">
Nasional

Sambut Industri 4.0, Kadin Indonesia Ajak UMKM Ubah Paradigma & Move On

Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo

Sumutinvest.com, JAKARTA. Untuk mengimplementasikan industri 4.0, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengubah pola paradigma sehingga dapat bersaing di pasar internasional.

Mengubah pola paradigma itu di antaranya adalah teknologi, konsep sistem, paradigma berpikir dan tak lupa adalah kualitas produk yang mumpuni dari hasil usahanya.

“Industri 4.0 itu berhubungan dengan teknologi, konsep sistem dan paradigma berpikir para pelaku UMKMnya,” ujar Eddy saat memberi sambutan dihadapan ratusan pelaku UMKM dalam acara Dialog Nasional dan Deklarasi Kebangkitan UMKM pada Selasa (18 September 2018) di Ballroom Balai Kartini, Jakarta.

Dirinya menjelaskan, industri 4.0 adalah tantangan yang tidak bisa dihindari oleh para pelaku UMKM. Pelaku usaha terutama UMKM mesti beradaptasi dengan perkembangan industri yang makin mesra geliatnya dengan teknologi. Gebrakan mengenai produk yang diusung menjadi suatu keharusan, agar dapat dikenal dan bertahan dengan pasar internasional.

Eddy juga menambahkan para pelaku UMKM tidak perlu takut dengan geliatnya teknologi karena adanya ancaman terhadap tenaga kerja yang semakin berkurang. Justru sebaliknya, kata Eddy, kita harus bangkitkan jiwa UMKM sehingga muncul jiwa-jiwa enterpreneur. Kita harus siapkan mereka untuk tidak mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan kerja.

Move On

Diungkap Eddy, di era disruption saat ini, apabila perusahaan maupun industri tidak mau move on, mereka akan ketinggalan dan tidak dapat bersaing di pasar internasional. Para pelaku UMKM juga harus dapat move on di era industri 4.0, industri otomatisasi dan menggunakan IT aplikasi sehingga mereka dapat bersaing dan go internasional.

Terkait dengan pelaku UMKM, Eddy mengakui bahwa perhatian pemerintah Indonesia kepada mereka melalui pembinaan-pembinaan belum terintegrasi atau masih sepotong-sepotong.

“Sebenarnya para pelaku UMKM kita banyak mengikuti pelatihan, training, ikut pameran di dalam maupun luar negeri tapi sepotong-sepotong dan tidak terintegrasi,” ujar Eddy.

Dibanding dengan pelaku UMKM yang ada di luar negeri, Eddy menyebut hal mendasar yang membedakan UMKM kita dengan mereka adalah mereka sangat didukung penuh oleh pemerintah, termasuk kekompakan dan kemauan mereka yang sangat tinggi menjadi pengusaha yang hebat.

Karena itu, Eddy berharap nantinya para pelaku UMKM kita kelasnya tidak hanya di level kecil atau mikro tetapi harus dapat menjadi pengusaha menengah dan besar.

Dihadapan para pelaku UMKM dari berbagai daerah itu, Eddy memberi tips jika mau menjadi pelaku UMKM. Syaratnya cukup dengan 3M yaitu Mulai dari yang kecil; Mulai dari yang bisa dikerjakan dan terakhir Mulai dari sekarang.

“Mudah-mudahan dengan modal 3M ini kita akan bangkit, kita akan rubah UMKM kita untuk siap di pasar internasional,” pungkasnya. (SI)

 

Komentar di sini

Most Popular

">
To Top