">
Daerah

Proyek Pembangunan Gedung PMPPTSP Kabupaten Asahan Diduga Ancam Keselamatan Pekerja

SumutInvest.com, Asahan | Proyek lanjutan pembangunan gedung Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Asahan yang terletak di Jalan Lintas Sumatera/Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kisaran, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan diduga tidak mengikuti prosedur dan SOP K3 serta mengancam kesehatan dan keselamatan para pekerja.

Proyek tersebut bersumber dari Dana APBD TA 2022 sebesar Rp 7.465.000.000 dengan pelaksana CV Zafira Karya Cemerlang yang dimulai dari tanggal 18 Mei 2022 dan selesai 14 Oktober 2022.

Pada dasarnya pengerjaan proyek yang memakan dana miliaran harus lebih profesional dalam pelaksanaan pengerjaannya, namun sepertinya pihak Dinas PUPR Kabupaten Asahan terutama PPK dan Konsultan Pengawasnya diduga sepele atau memang sengaja.

Saat dikonfirmasi, Pengawas Proyek bernama Gali di lokasi pada Kamis, 16 Juni 2022 mengatakan “untuk alat gantungan pada pengecatan dinding kemungkinan datang besok bang.”

“Kita sudah pesan/beli untuk rompi atau lapisan baju dan sudah ada di atas meja,” ucapnya, Kamis (16/6/2022).

Selanjutnya, Gali juga menyampaikan bahwa pihak Dinas PPK PUPR Kabupaten Asahan Bernama Rudy jarang ke lokasi dan nomor hp-nya saja dirinya tidak ada.

“Sebelumnya saya minta maaf kali ya bang, kebetulan uang saya habis untuk uang rokok dan uang minyak orang abang,” lanjut Gali dengan ramah pada awak media.

Pantauan awak media di lokasi, ada kesan wartawan atau LSM setiap datang ke lokasi meminta uang rokok dan minyak.

Di lokasi proyek tidak ada ditempelkan stiker bertuliskan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Karena itu wajar saja kalau para pekerja tidak pakai sepatu, sarung tangan dan masker.

Melalui telepon seluler Whatsapp, awak media mencoba meminta tanggapan Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Sumatera Utara, Syaifuddin Lbs, SE yang saat dihubungi sedang berada di luar kota, terkait proyek tersebut.

“Dari awal pengucuran dana pertama pembangunan kantor ini, kita sudah curiga, diduga ada indikasi korupsi di sini, karena proyek pembangunan tak selesai. Kemudian dilanjutkan dengan anggaran termin kedua, juga tidak selesai. Nah sekarang diluncurkan lagi dana pembangunannya. Ada apa ini? Apa mau dilapisi emas lantainya,” tegas pria yang kerap dipanggil Bung Syaifuddin itu.

Bung Syaifuddin mengatakan seharusnya kalau pihak eksekutif dan pihak legislatif sinkron, satu kali pengucuran anggaran pasti bisa selesai.

“Di sini terlihat kalau Bupati Asahan H. Surya dan pihak DPRD diduga tidak becus dalam mengelola anggaran sehingga berpotensi merugikan keuangan daerah/negara. Kita akan laporkan masalah ini,” tutup Bung Syaifuddin. [Iwan]

Komentar di sini

Most Popular

">
To Top