">
Daerah

Banyak Jalan Rusak, Ormas FKI-1 Pertanyakan Dana Rutin Perawatan Jalan Kabupaten Asahan

Salah satu pemandangan kondisi jalan di Kota Kisaran (Foto: Ist)

SumutInvest.com, Kisaran | Sangat miris memang kalau kita menelusuri jalan-jalan yang ada di kota Kisaran sekitarnya saat ini.

Hanya beberapa ruas jalan saja yang bisa dikatakan layak untuk dilalui pengendara roda dua maupun roda empat.

Selama ini sudah banyak pemberitaan di berbagai media terkait masalah jalan rusak di kota Kisaran ini, dan sudah banyak juga keluhan masyarakat khususnya pengguna jalan dan masyarakat sekitar jalan rusak tersebut, agar Bupati Asahan khususnya PU Asahan untuk segera memperbaikinya.

Seperti warga jalan pramuka berinisial J, mengatakan “Kami sangat menderita dengan tidak adanya perhatian Pemkab Asahan terhadap jalan rusak yang setiap hari kami lalui ini. Sebagai warga masyarakat, kami mohon pak Bupati segera memperbaiki jalan yang sudah kupak kapik ini.”

Hal ini dapat dibuktikan dari penelusuran awak media pada beberapa ruas jalan yang termasuk dalam wilayah inti kota Kisaran, seperti jalan Masmansur, jalan Wahidin, jalan Panglima Polem, jalan Pramuka, jalan Bakti, dan beberapa ruas jalan yang terlalu panjang untuk dibeberkan kerusakannya.

Intinya, sebahagian besar ruas jalan yang ada di kota Kisaran, mengalami rusak parah dan membahayakan masyarakat pengguna jalan bila tidak berhati-hati melintasinya.

Yang lebih parahnya lagi kalau kita melintas di sepanjang jalan dari mulai lapangan Prasamya sampai ke Simpang jalan Merpati Kelurahan Gambir Baru, rasanya tidak ada lagi jalan yang bisa dipilih untuk dilalui.

Menanggapi masalah kerusakan jalan ini, awak media meminta tanggapan dari Ketua Ormas FKI-1 Sumut yang juga putra kelahiran Kisaran, Syaifuddin Lbs, SE, Selasa (7/6/2022).

“Seharusnya badan jalan yang mengalami kerusakan saat ini, tidak akan separah sekarang, seandainya dana rutin perawatan jalan yang sudah dianggarkan dan ditampung dalam APBD Asahan dikelola dan digunakan sebagaimana mestinya,” papar pria yang kerap dipanggil bung Syaifuddin ini.

“Setahu kami, dana yang dianggarkan dan ditampung APBD Pemkab Asahan untuk dana rutin perawatan jalan Kabupaten Asahan di Tahun Anggaran (TA) 2021 lebih kurang 1,5 miliar dan di TA 2022 berkisar 3 miliar, itu kemana,” cetus bung Syaifuddin setengah bertanya dan geram.

Menurut dia, seharusnya dana tersebut cukup untuk merawat jalan yang ada, jika kerusakannya masih di bawah 20 persen.

Jangan setelah kerusakan jalan mencapai di atas 50 persen baru diperbaiki, itu sudah peningkatan ruas jalan namanya, yang senang pasti kontraktor pelaksananya, karena dia memperbaiki hanya satu titik saja, sehingga jalan lainnya yang butuh perawatan jadi terabaikan.

Kata dia menjelaskan lebih lanjut dengan nada kesal.

“Ini sudah menjadi tanggungjawab Bupati Asahan khususnya Kadis PU Asahan untuk mempertanggungjawabkan kepada masyarakat Asahan kemapa hal ini bisa terjadi. Apa menunggu korban masyarakat pengguna jalan berjatuhan dulu baru direspons?  Mana anggota DPRD Asahan yang terhormat, kok diam saja? Mana fungsi pengawasannya? Semoga hal ini menjadi atensi khusus Pemkab Asahan khususnya Kadis PU Asahan, untuk lebih bertanggungjawab dalam mengelola anggaran demi kepentingan masyarakat banyak, khususnya masyarakat pengguna jalan di Kab. Asahan, jangan hanya mendengar dan menerima laporan bawahan saja, turun sesekali untuk melihat langsung keluhan dan informasi masyarakat,” cetus Syaifuddin lagi.

Yang lebih spesifik lagi, sambungnya, kalau bisa PPK yang menjabat sekarang diberikan Bimtek khusus kembali walaupun sudah banyak Diklat dan Bimtek yang diikutinya, atau diganti saja dengan tenaga-tenaga muda yang lebuh visioner dan energik untuk membangun Asahan.

“Mungkin sudah terlalu lama menjabat di situ sehingga terlena,” ujar Syaifuddin mengakhiri keterangannya.

Terpisah awak media melakukan konfirmasi langsung ke kantor PU Asahan dan bertemu dengan Haris M Rambe Kabid Bina marga Dinas PU Asahan terkait banyaknya jalan rusak di Kisaran.

Rambe menjelaskan bahwa dengan anggaran perawatan jalan tahun 2021yang nilainya 1.5 miliar hanya bisa digunakan untuk perawatan beberapa ruas jalan. [Red/Iwan]

Komentar di sini

Most Popular

">
To Top