Pendidikan

Keterampilan Menulis

Diana Witasari. Foto (istimewa)

Diana Witasari adalah Mahasiswa STKIP Mutiara Banten

JAKARTA – Pembelajaran bahasa di sekolah diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi karena pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Ada empat aspek keterampilan berbahasa yang harus diperhatikan, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan itu merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih melalui pembiasaan.

Keberadaan keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa di sekolah mutlak diperlukan. Melalui keterampilan menulis, siswa dapat menuangkan gagasan dan pengalaman dalam berbagai macam bentuk karangan. Dalam menulis, diperlukan adanya suatu bentuk ekspresi gagasan yang berkesinambungan, urutan cerita yang logis, dan bahasa yang mudah dipahami. Hal ini dapat diwujudkan melalui penggunaan kosakata dan tata bahasa yang baik, sehingga dapat mewujudkan informasi secara jelas. Semua itu dapat dicapai melalui proses latihan menulis yang tanpa henti. Oleh karena itu, keterampilan menulis perlu mendapat perhatian yang serius dalam pembelajaran di sekolah.

Materi kompetensi menulis di sekolah salah satu diantaranya yaitu membuat puisi. Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan berhasa yang harus dimiliki siswa SMP/MTs. Pembelajaran puisi dapat dipakai untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan. Selain itu, pembelajaran menulis puisi juga dapat dipergunakan untuk melatih kreativitas siswa. melihat banyaknya manfaat yang akan diperoleh siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Seharusnya kegiatan menulis puisi menjadi kegiatan yang diminati siswa. Meskipun dalam kenyataannya, banyak siswa yang cenderung menghindari pembelajaran menulis puisi.

Kenyataan menunjukkan bahwa siswa belum sepenuhnya menguasai keterampilan menulis pusi. Siswa sering menganggap menulis puisi itu sulit dan membosankan. Siswa banyak mengalami hambatan dalam pemilihan kosakata, pembuatan alur cerita, penggunaan ejaan, dan tata bahasa yang baik dan benar. Selain itu, dari pihak guru juga mengalami kesulitan karena guru harus mengoreksi satu persatu hasil puisi siswa mulai dari pemilihan kata  sampai dengan ejaan penulisan, sehingga hal itu memerlukan waktu yang cukup banyak. Akibatnya, waktu praktek menulis puisi dikurangi, jadi guru hanya memberikan teori-teori. Kenyataan itu dapat dilihat dari pelaksanaan pembelajaran menulis puisi di SMP/MTs hanya berorientasi pada teori dan pengetahuan, sehingga keterampilan menulis puisi siswa kurang maksimal. Keadaan ini diperburuk dengan adanya anggapan bahwa mata pelajaran bahasa Indonesia itu sulit dan pelajaran bahasa Indonesia di sekolah yang dirasa tidak penting sehingga kurang menarik minat siswa dalam belajar menulis puisi. Karena kurang menarik, siswa akhirnya malas mempelajari puisi yang salah satunya berimbas pada rendahnya keterampilan menulis puisi. Oleh karena itu, guru harus mencari dan menerapkan suatu teknik yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.

Pengertian Menulis

Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan bahasa yang mendasar (berbicara, mendengar, menulis, dan membaca). Keterampilan berbahasa tersebut dibagi menjadi atas dua macam yaitu keterampilan produktif dan keterampilan reseptif. Keterampilan produktif meliputi keterampilan menulis dan berbicara, sedangkan keterampilan reseptif meliputi membaca dan mendengarkan.

Pada proses pelaksanaannya, menulis merupakan kegiaatan yang dapat dipandang sebagai. 1) suatu keterampilan, 2) proses berpikir (kegiatan bernalar), 3) kegiatan transformasi, 4) kegiatan berkomunikasi, dan 5) sebuah proses.

Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang dan bisa dikatakan sebagai keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, menulis juga sebagai suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. kegiatan menulis, penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata.

Membaca, diskusi, mengikuti seminar dll, untuk menambah wawasan menulis kita. Oleh karena itu proses menulis itu sebagai suatu cara berkomunikasi, atau hubungan antara penulis dan pembaca karena merupakan sebagai suatu bentuk berpikir bagi kita yang membaca sebuah tulisan, menulis juga merupakan kegiatan menuangkan ide, gagasan dan pikiran yang digambarkan melalui lambang-lambang grafik, melalui tulisan sebagai media penyampaian pesan kepada pembaca, serta menggambarkannya dalam bentuk karangan dalam struktur tulisan yang teratur.

Berdasarkan beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu kepada orang lain tanpa bertatap muka secara langsung dengan menggunakan simbol-simbol grafis berupa tulisan.

Untuk dapat menjadi penulis yang baik, seseorang tidak hanya mampu sekedar menuliskan simbol-simbol grafis diatas kertas, tetapi juga harus mampu  mengungkapkan maksudnya dengan jelas sehingga orang lain dapat memahami apa yang diungkapkannya. Untuk itu, penulis  harus memperhatikan ciri-ciri tulisan yang baik.

Tujuan Menulis

Menulis suatu karya tidak hanya diharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok, tetapi juga harus menentukan siapa yang akan membaca karyanya serta apa maksud dan tujuan dari penulisan karya tersebut.            .

Tahapan dalam Proses Menulis

Menulis diberikan sebagai proses berpikir yang terus menerus, aktivitas menulis karya tulis berkembang dalam tiga tahap yaitu.

  1. tahap perencanaan maksudnya penulis berusaha menemukan apa yang akan mereka tulis. Guru dapat mendorong penemuan topik dengan cara memungkinkan anak berpikir dan menulis berbagai rincian tentang orang, tempat, atau peristiwa yang bermakna bagi mereka. Kadang-kadang guru memperkenalkan menulis bebas selama tahapan ini.
  2. penyusunan konsep dipilih karena aktivitas menulis dalam tahap ini bersifat sementara. Ketika kita menyebut draft pertama, kedua, maka secara tidak langsung potongan kerja tersebut akan berubah, drat lain akan menyusul. Penulis perlu menuangkan pikiran-pikirannya dan mempertimbangkannya untuk disampaikan kepada orang lain. Penulis perlu berdialog dengan dirinya selama proses penyusunan konsep..
  3. Tahap perbaikan merupakan tahap akhir.
Komentar di sini

Most Popular

To Top