Pendidikan

Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Ketepatan Hasil Lemparan Point dengan Posisi Jongkok dalam Olahraga Pentanque pada Siswa SMK Mandala Panimbang Kabupaten Pandeglang

Aminudin. Foto (STKIP Mutiara Banten)

Oleh: Aminudin (Mahasiswa STKIP Mutiara Banten)

A. Sejarah Petanque

Petanque diucapkan [pe.tɑ̃ːk] dalam bahasa Prancis atau pay/tah~k atau petong awalnya merupakan permainan tradisional asal negara Prancis yang merupakan pengembangan dari permainan zaman Yunani Kuno sekira abad ke-6 SM, versi modern dari permainan petanque diperkenalkan oleh Jules Boule Lenoir pada tahun 1907 di kota La Ciotat, di Provence, di selatan Prancis.

Kata Petan berasal dari kata Les Ped Tanco atau Petanca berdasar dialek Provençal dari bahasa Occitan yang berarti kaki rapat, salah satu teknik dasar bermain petanque adalah kaki yang rapat tidak mengangkat kaki yang menapak ke tanah.

Agar bisa dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi permainan tradisional ini distandarkan dan dibuat aturan baku yang berlaku universal, dengan induk olahraga petanque internasional bernama Fédération Internationale de Pétanque et Jeu Provençal (FIPJP) yang didirikan di Marseille, Prancis pada tahun 1958.

Turnamen petanque pertama dengan aturan baru diselenggarakan pada tahun 1910 oleh Ernest bersaudara dan Joseph Pitiot, pemilik sebuah kafe di La Ciotat. Dengan semakin simpel dan aturan yang universal olahraga ini tumbuh dengan cepat, dan segera menjadi bentuk yang paling populer dari boule. Dengan dibentuknya Federasi internasional petanque Fédération Internationale de petanque et Jeu (FIPJP) pada tahun 1958 di Marseille yang kemudian diselenggarakan Kejuaraan Dunia pertama pada tahun 1959.

Petanque adalah suatu bentuk permainan boules (BOLA) yang tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut (Boka/Joke). Dan kaki harus berada di lingkaran kecil (Circle). Permainan ini bisa dimainkan di tanah keras, pasir, rerumputan atau permukaan tanah lain.

Menurut Hermawan (2012:17), berdasarkan tujuan mekanika utamanya dari permainan petanque termasuk ke dalam cabang olahraga yang mempunyai tujuan mencapai keseimbang dan ketepatan maksimal. Artinya lemparan yang dilakukan harus tepat mengenai sasaran tertentu untuk mendapatakan point kemenangan.

Di indonesia Federasi olahraga petanque indonesia (FOPI) didirikan 18 maret 2011. Telah mengikuti SEA GAMES XXVI 2011 di jaka baring, Sumatra Selatan indonsia pada November 2011. Sukses mengikuti SEA GAMES, KONI mengembangkan olahraga petangque ke arah yang lebih luas, tidak hanya dipersiapkan untuk training para atlet, tetapi dikembangkan menjadi salah satu cabang olahraga nasional.

B. Perlengkapan yang harus dipenuhi dalam permainan Petanque:

  1. Lapangan datar panjang 15M dan lebar 4M
  2. Boule (bola) dari besi berat sekitr 700 gr
  3. Jack (bola kayu) diameter 30mm
  4. Lingkaran untuk melempar/jembak dari rotan/ ban bekas diameter 50 cm.

C. Teknik dasar dalam permainan petangque antara lain :

  1. Lemparan Untuk Menuju Titik Sasaran (Throwing for pointing)
  • Roll ( Lemparan dengan menggelindingkan bola ke tanah)
  • Soft-Lob ( Lemparan Stengah Parabol)
  • High-Lob (Lemparan Tinggi Parabol)

2. Lemparan untuk menembak (Throwing for shooter)

  • Shot On The Iron
  • Shot Shot
  • Ground Shot

D. Cara Bermain Atau Peraturan Cabang Olahraga Petanque

  1. Petanque dapat dimainkan 1 lawan 1, 2 lawan 2, dan 3 lawan 3 Pa/Pi atau mix ( tidak ada batasan usia)
  2. Tiap pemain memegang 3 BOULE kecuali main 3 lawan 3  bolanya 2
  3. Bermain diawali dengan “Tos”, pemenang tos dipersilahkan melempar jack (bola kayu) dari dalam lingkaran yang disimpan disalah satu sisi lapangan dengan jarak lemparan minimal 6 meter maksimal 10  meter, diberi kesempatan 3x apabila belum memenuhi jarak tersebut atu gagal. lawan yang melakukan lemparan.
  4. Setelah jack (bola kayu) dilempar, selanjutnya pemenang undian melempar Boule ( Bola) sedekat mungkin ke jack
  5. Selanjutnya giliran lawan  melempar, bisa mengarah semakin dekat ke jack atau bisa mengenai bola lawan hingga jauh
  6. Regu yang paling jauh bolanya ke jack, itu yang main terus sampai habis atau sampai lebih dekat bola kita dari lawan.
  7. Skor dihitung sampai 13 poin, siapa saja regu yang pertama mendapatkan poin 13 dialah yang menang.

E. Alat yang digunakan dalam permainan petanque

  1. Boule ( Bola )
  • Berbentuk bulat terbuat dari logam dan berongga dibagian dalamnya.
  • Mempuntai garis pusat antara 70.5 mm hingga 80 mm.
  • Beratnya anatara 650 gram hingga 800 gram
  • Bouble (bola ) ini mempunyai jenama tertentu,angka penunjuk berat dan nomor seri tertera padanya.
  • Bouble ( bola ) yang digunakan pertandingan mesti yang telah diluluskan oleh badan antar bangsa (FIPJP) atau persekutuan Petanque kebangsaan ( PPM )
  1. Jack ( Bola Kayu )
  • Berbentuk bulat tetapi diperbuat daripada kayu keras.
  • Mempunyai garis pusat antara 25 mm hingga 35 mm.
  • Mempunyai garis pusat antara 25 mm hingga 35 mm. 
  1. Alat Pengukur Jarak
  • Meliputi alat-alat seperti ‘ Tape measure ‘, ‘Telescopic measure’, ‘Calliper’, dan ‘ Tappet gauge’
  • Digunakan untuk mengukur jarak Boule ( bola ) yang terdekat dengan kedudukan jack.
  1. Kain atau Tuala Kecil

Digunakan untuk membersihkan Boule ( Bola ) semasa pertandingan.

  1. Beg
  • Mempunyai ukuran yang sesuai untuk mengisi dan membawa peralatan Petanque
  1. Lapangan Petanque 
  • Lapangan datar
  • Panjang 15 meter
  • Lebar 4 meter

F. Keunikan Olahraga Petanque

Salah satu keunikan dari olahraga petanque yaitu, pada saat bermain olahrga ini, pemain diharapkan harus memiliki kefokusan yang tinggi terhadap boka dan bosi. Pemain juga diharapkan bisa fokus agar bosi bisa jatuh pada sasaran yang tepat. Olahraga ini sangat unik karena bisa dimainkan secara Single, Double, maupun Triple. Olahraga ini cukup menguji konsentrasi karna kita harus bisa mendekatkan bosi ke target. Permainan ini juga bisa dimainkan di semua jenis lapangan (tanah keras, pasir, gravel, maupun rumput). (*)

Komentar di sini

Most Popular

To Top