The Desk From NIKS#RTH

Politisi Gerindra Angkat Bicara Terkait Kepengurusan Baru, Arief Poyuono Supporter Saja

Prabowo bersama kader Partai Gerindra. Foto (indonews.id)

Sumutinvest.com, Jakarta – Berbagai polemik terjadi menjelang pengumuman kepengurusan baru Partai GERINDRA periode 2020-2025, terutama terkait nama Arief Poyuono yang tidak diakomodir dalam kepengurusan baru.

Politisi Partai Gerindra Nikson Silalahi mengatakan bahwa kepengurusan Partai Gerindra yang telah diresmikan oleh Menhumkam merupakan formasi terbaik guna membawa partai lebih maju ke depan.

“Saya menganalogikan ini ibarat tim sepak bola, perlu ada restruktur yang segar agar target gol bisa tercapai. Terkait Bang Poyu (Arief Poyuono) yang sudah tidak diakomodir, itu ibarat pemain yang kini tidak berada dalam club. Tetap jadi supporter silahkan, ngak ya ngak pa-pa. Itu semua hal biasa dalam organisasi, jadi jangan terlalu dipolitisir,” imbuh Sekjen Sayap Kristiani Partai Gerindra tersebut kepada awak media, Minggu (20/9/2020).

Politisi yang kerap disapa Bang NIKS ini mengatakan bahwa fokus Partai Gerindra ke depan adalah mengakomodir kepentingan rakyat sebesar-besarnya, sehingga formasi kepengurusan yang baru merupakan hal yang tepat dalam mengapai tujuan tersebut.

“Fokus utama kami bagaimana mengedepankan kepentingan rakyat sebesar-besarnya apalagi kita menghadapi masa pandemi covid-19, sehingga formasi Partai Gerindra yang dipimpin Pak Prabowo sebagai Ketua Umum, dibantu Bang Dasco sebagai Ketua Harian merupakan komposisi yang tepat,” ujar Bang Niks.

Ditanya lebih lanjut tentang Sufmi Dasco yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI dan ditunjuk sebagai Ketua Harian, Nikson mengatakan bahwa rekam jejak Dasco dalam membesarkan Partai Gerindra telah teruji, sehingga dirinya optimis ke depan Gerindra akan semakin berkibar.

“Kita perlu ingat, bahwa diakomodirnya Gerindra di kubu pemerintahan saat ini tidak terlepas dari jerih payah Bang Dasco. Demikian juga di DPR, beliau selalu mengedepankan aspirasi rakyat seperti RUU Cipta Kerja kemarin dan baru-baru ini meminta agar Kemendragri menolak konser musik dalam pilkada. Jadi sangat tepat posisi Kahar itu dijabat beliau,” jelasnya.

Ke depan Bang Niks mengatakan bahwa Pilkada serentak 2020 merupakan fokus partai dalam mengakomodir kepentingan rakyat, dan dibutuhkan kerja keras seluruh instrumen Partai.

“Jika ada pihak-pihak yang masih meributkan formasi kepengurusan baru, kami tidak akan terpengaruh sebab banyak pekerjaan partai yang butuh fokus kami, salah satunya Pilkada serentak 2020 ini. Jadi biarkan oknum-oknum mengonggong, kami tetap maju,” tutup Bang Niks. (tio)

Komentar di sini

Most Popular

To Top