The Desk From NIKS#RTH

Bang Niks Sebut Kesehatan itu Awal Kebangkitan Ekonomi

Nikson Silalahi, ST.,M.IKom, Sekretaris BPC Gapensi Jakarta Pusat. Foto (istimewa)

Sumutinvest.com, Jakarta – Sekretaris Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Jakarta Pusat Nikson Silalahi, ST.,M.IKom menanggapi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bakal menerapkan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Bang Niks ini mengatakan sangat mendukung penuh penerapan PSBB yang akan dimulai besok, Senin (14/09/2020).

Bang Niks mengajak semua lapisan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan PSBB yang dituangkan dalam Pergub Nomor 88 Tahun 2020 yang mulai berlaku tanggal 14 September 2020.

“Kita semua hendaknya mendahulukan apresiasi kepada Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajaran yang secara berani mengambil kebijaksanaan menarik rem darurat yang didasarkan pada tiga data yakni angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU khusus Covid-19. Dan sekarang kembali memberlakukan PSBB,” kata Bang Niks kepada awak media di Jakarta, Minggu (13/09/2020).

Bagi sebagian kalangan, sambung Bang Niks, kebijakan ini mungkin tidak populer tetapi demi keselamatan jiwa dan menjamin kesehatan masyarakat khususnya rakyat DKI maka kebijakan ini adalah pilihan terbaik.

“Kebijakan ini mungkin tidak popular tapi demi keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat, maka kebijakan ini adalah pilihan terbaik,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari pengusaha jasa konstruksi yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta, Bang Niks menyampaikan bahwa kondisi usaha para pengusaha konstruksi DKI Jakarta sejak mewabahnya covid-19 sangat memprihatinkan.

Saat ini mayoritas pengusaha konstruksi DKI Jakarta tidak mendapatkan pekerjaan terutama akibat banyaknya anggaran pemerintah untuk sektor jasa konstruksi secara khusus di Pemprov DKI Jakarta dialihkan untuk penanganan covid-19.

“Tentunya kita semua sangat menginginkan kebangkitan ekonomi, tapi kesehatan adalah yang utama,” kata pengusaha asal Sidikalang ini.

Ia menambahkan, idealnya masalah kesehatan dan ekonomi di masa pandemi ini harus diatasi secara bersama, tapi faktualnya kita harus memilih salah satunya yang terdepan untuk diatasi lebih dahulu.

“Ekonomi yang terpuruk bisa kita bangkitkan kembali tetapi orang yang sudah meninggal (akibat covid-19) tak bisa lagi dibangkitkan,” ujar Bang Niks memberikan analogi.

Bang Niks juga mengatakan bahwa belajar dari kekurangharmonisan pemerintah pusat dan pemprov DKI Jakarta sebelumnya dalam penerapan kebijakan mengatasi covid-19 ditambah kekurangdisplinan masyarakat mentaati aturan pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan sehingga laju korban covid-19 tetap meninggi, maka pemberlakuan PSBB mulai besok hari wajib harus kita dukung dan sukseskan.

“Kita hentikan dulu polemik yang mempersoalkan pemberlakuan PSBB yang dimulai besok, tanpa kemauan dan kepatuhan kita semua mensukseskan PSBB ini usaha untuk mengatasi covid-19 tidak akan berhasil,” imbuhnya.

Bahkan, lanjutnya, pemberlakuan PSBB selama 14 hari ke depan akan menjadi ujian bagi Pemerintah Pusat, Pemprov DKI, dan seluruh lapisan masyarakat apakah kita memang serius untuk melawan covid-19 atau hanya retorika. (tio)

Komentar di sini

Most Popular

To Top