Nasional

Anies Marak Dikritik, Pembelaan Pengamat: Covid Jangan Dijadikan Teman Politik

Kang Tamil. Foto (istimewa)

Sumutinvest.com, Jakarta – Meningkatnya jumlah terpapar covid-19 di DKI Jakarta menjadikan provinsi tersebut menduduki peringkat tertinggi di Indonesia, dan masuk dalam kategori zona hitam. Sumber data covid-19 wikipedia per 25 Agustus 2020 mencatat ada 633 kasus baru, sehingga total ada 34.103 kasus di DKI Jakarta.

Berbagai upaya dilakukan oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, termasuk kebijakan ganjil genap sepeda motor yang menuai begitu banyak reaksi publik Jakarta.

Menanggapi hal ini, Pengamat Sosial Politik Tamil Selvan mengatakan dirinya melihat bahwa seolah ada pola terorganisir yang dilakukan oknum tertentu untuk mengkerdilkan citra Anies dimata masyarakat.

“Ini bukan soal Anies bisa kerja atau tidak. Saya melihat ada pola-pola yang dibentuk dan terorganisir, mau apapun topiknya, Anies harus disalahkan. Saya lihat ada kepentingan kelompok tertentu dalam mengkerdilkan citra Anies,” ungkap pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini.

Kang Tamil mengatakan covid-19 merupakan tanggung jawab seluruh komponen pemerintahan, sehingga keberhasilan dan kegagalannya tidak bisa dicondongkan kepada satu individu tertentu.

“Walaupun wilayah penanganannya sektoral, tapi campur tangan pemerintah pusat sangat kental dalam penanganan covid-19 ini. Jadi kita tidak bisa klaim bahwa ini menjadi tanggung jawab kepala daerah semata. Jadi jika Anies yang jadi sasaran salah, saya kira ini terlalu tendensius,” terangnya.

Lanjutnya, Kang Tamil mengatakan bahwa belum ada mekanisme yang jelas dalam pencegahan dan penanganan covid-19 yang terbukti sempurna. Sehingga wajar menurutnya, jika pemerintah melakukan uji coba sistem untuk melihat dampak terhadap penekanan angka terinfeksi serta dampak pada sektor lain terutama ekonomi.

“Saya perjelas, bahwa tidak ada pimpinan kita yang merupakan ahli covid, termasuk Pak Jokowi dan Anies. Kalau kita lihat diawal, bahkan pemerintah pusat juga mengeluarkan kebijakan yang dinilai tumpang tindih, karena memang perlu uji coba sistem guna melihat yang mana yang paling efektif dan tidak menganggu stabilitas ekonomi,” jelas Kang Tamil.

Kang Tamil mengatakan bahwa seperti provinsi lainnya, dirinya melihat DKI juga cukup masif melakukan pencegahan terhadap penyebaran covid-19. Namun semua mekanisme pencegahan perlu disesuaikan dengan sistem yang tidak mengganggu stabilitas ekonomi, sehingga membuat penanganannya menjadi tidak optimal.

“Kita harus sadar ada sektor ekonomi yang stabilitasnya harus dijaga, sehingga ini yang membuat upaya-upaya pencegahan tidak optimal. Di sisi lain, hal ini dijadikan bahan strategi pengkerdilan citra Anies. Janganlah begitu, kasihan masyarakat jadi binggung,” ungkap Kang Tamil.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa covid-19 ini merupakan musuh bersama, jangan sampai covid-19 ini dijadikan teman politik.

“Covid ini musuh kita bersama, jangan justru dijadikan teman untuk kepentingan strategi politik. Saya ingatkan kembali pada pihak-pihak tersebut, 2024 masih lama bos,” tutup Kang Tamil. (*)

Komentar di sini

Most Popular

To Top