Nasional

Berikut 6 Strategi Pemulihan Investasi 2021 ala BKPM

Jakarta, Sumutinvest.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyiapkan enam strategi pemulihan investasi pada 2021. Hal ini dilakukan untuk mengejar target realisasi investasi tahun depan yang dipatok sebesar Rp 858,5 triliun.

“Kami mengusulkan ada enam program utama sebagai instrumen untuk pencapaian tujuan agar investasi tercapai Rp858 triliun dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi (2021),” ucap Bahlil dikutip dari Antara, Selasa, (30/6/2020).

Kepala BKPM mengungkapkan strategi pertama yakni mengeksekusi investasi mangkrak dan investasi berskala besar di sektor industri. Hal itu perlu dilakukan dengan mendatangi para investor dan memastikan mereka dibantu hingga merealisasikan modalnya.

“Kita harus datang, tanya apa masalah mereka. Jangan menunggu mereka yang datang ke kita. Negara butuh lapangan pekerjaan, maka kita siapkan. Dan untuk menciptakan lapangan kerja, cuma satu caranya, yaitu investasi,” jelasnya.

Strategi kedua, yakni dengan menyusun peta potensi investasi daerah. BKPM sendiri telah melayangkan surat kepada Kementerian PPN/Bappenas mengenai usulan tersebut.

“Bappenas setuju kita buat peta potensi investasi daerah yang kita sinergikan dengan kementerian/lembaga yang ada sehingga jadi satu data. Itulah yang jadi senjata bagi Dubes dan perwakilan BKPM untuk menarik investor, untuk kita promosi,” pungkasnya.

Kemudian memfasilitasi investasi relokasi asing. Bahlil berharap relokasi investasi dari Tiongkok ke Vietnam pada 2017 lalu tidak terulang kembali. Langkah berikutnya, melakukan debottlenecking dan aftercare investasi melalui pendampingan investor.

Dalam hal ini, Bahlil mengklaim telah membentuk satgas yang bertugas melakukan marketing intelligence terhadap industri yang akan hengkang dari Tiongkok, serta meriset fasilitas dari negara pesaing investasi. Menurutnya, strategi ini penting guna menarik investor masuk ke Tanah Air.

Strategi kelima, yakni melakukan perluasan daftar positif investasi. Namun, ia menekankan perluasan daftar positif investasi ini dikecualikan untuk sektor UMKM yang wajib memiliki tempat khusus di dalam negeri.

Sedangkan strategi terakhir, dengan melakukan deregulasi dan integrasi perizinan. Dengan kata lain, mengaplikasikan metode perizinan yang seragam antara pusat dan daerah.

“Dulu kita cuma perintahkan saja ke daerah untuk membuat tapi aplikasinya tidak kita siapkan. Ada aplikasi Si Cantik, Si Jelek, Si Norak, banyak sekali. Tapi tidak seragam. Kita ingin ke depan pemerintah pusat menyeragamkan semua. Dikasih hardware dan software-nya. Dilatih,” Jelas Bahlil. (medcom)

Komentar di sini

Most Popular

To Top