Nasional

Pemerintah Segera Terapkan ‘New Normal’ di Indonesia

Jakarta, Sumutinvest.com – Pandemi Covid-19 ini memang selama 2 bulan terakhir telah mengubah pola hidup masyarakat tidak hanya Indonesia, tetapi juga dunia. Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, masyarakat pun dihimbau untuk tidak keluar rumah.

Hal ini membuat perubahan di beberapa sektor mulai dari pariwisata, transportasi online hingga usaha-usaha lainnya. Tak bisa selamanya menjalankan hal ini, untuk menjamin keseimbangan perekonomian, sejumlah negara akhirnya melonggarkan kebijakan terkait mobilitas masyarakatnya.

Pemerintah akan menerapkan new normal kepada masyarakat Indonesia. Apa itu new normal ?

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita mengatakan new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah juga menyebutkan new normal adalah membiasakan hidup bersih dan sehat. Kebiasaan seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat terpaksa harus berpergian di luar rumah, menghindari kerumunan massa, dan juga menjaga jarak fisik saat berinteraksi dengan orang lain (physical distancing).

Selain itu, Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto mengatakan new normal adalah hidup sesuai protokol kesehatan untuk mencegah virus corona (Covid-19). Karena itu, jaga jarak hingga menggunakan masker akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Yuri menegaskan, hidup dengan normal yang baru ini tak ada kaitannya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi global tidak akan bisa hilang dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, masyarakat harus memaknai hal tersebut untuk tidak menyerah terhadap keadaan, namun mencoba untuk hidup berdampingan dengan situasi saat ini.

Dengan demikian, karena kebiasaan hidup baru melalui new normal, diharapkan menjadi satu-satunya cara untuk dapat mengendalikan penyebaran Covid-19 tersebut dengan baik.

Di Indonesia, masyarakat berusia di bawah 45 tahun akan diperbolehkan kembali bekerja. Secara bertahap, sektor jasa dan ritel termasuk pusat perbelanjaan juga akan diperbolehkan dibuka dengan tetap membatasi jumlah pengunjung serta jam buka berikut protokol kesehatan secara ketat.

Lalu sektor wisata juga akan perlahan dibuka dengan membeli tiket secara online dan sistem scan. Meski demikian, kontak fisik di area wisata tetap harus diminimalisir serta batasan jumlah pengunjung berikut jaga jarak (physical distancing).

Apabila skenario new normal dapat berjalan baik, maka seluruh sektor akan dipulihkan namun tetap dengan protokol kesehatan dan kebersihan selama vaksin virus corona belum ditemukan. (berbagai sumber)

Komentar di sini

Most Popular

To Top