Nasional

Terkait Suket Ekspor Zink Ingot, GPEI Desak Pemerintah Segera Terbitkan Meski di Tengah Covid-19

Foto (jawapos)

Jakarta, Sumutinvest.com – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPP GPEI) mendesak pemerintah segera menerbitkan surat keterangan ekspor kepada pelaku usaha di bidang ekspor untuk mempercepat kinerja ekspor Indonesia meski di tengah pandemi global corona virus.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian agar dapat segera menerbitkan surat keterangan ekspor kepada eksportir untuk mendorong ekspor Indonesia,” kata Khairul Mahalli Ketua Umum DPP GPEI di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadin Sumut) itu mengakui ada anggota GPEI yang sudah mengajukan surat permohonan untuk penerbitan surat keterangan ekspor zink ingot pada Februari 2020 lalu kepada Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenprin di Jakarta Selatan, namun hingga berita ini dimuat belum juga ada tanggapan dari pihak dimaksud dan diminta menunggu tiga bulan lagi.

“Dengan belum keluarnya surat keterangan ekspor berupa Zinc Ingot maka hingga saat ini sebanyak 30 kontainer komoditas ekspor terkendala belum dapat direalisasikan. Kita khawatir kondisi seperti ini dapat menghambat ekspor ke negara tujuan,’ ujar pria yang suka berpantun ini.

Menurut Mahalli, anggotanya sudah berulangkali menanyakan ke Industri Logam tentang nasib surat keterangan ekspor Zinc Ingot, namun belum juga siap-siap padahal sudah sejak Februari dengan alasan di sana masih dalam suasana Covid-19.

Bahkan, hari ini, GPEI secara resmi melayangkan surat (No. Surat 051/DPP-GPEI/V/2020) ditujukan kepada Menteri Perindustrian RI meminta penjelasan mengapa permohonan surat keterangan tersebut belum terealisasi sampai sekarang.

“Padahal semua kita tahu, Presiden Jokowi telah mengingatkan kepada ASN untuk memberi pelayanan cepat kepada dunia usaha meski bekerja di rumah di tengah covid-19. Artinya tidak boleh ada hambatan apa lagi menyangkut komoditas ekspor,” tegas Mahalli. (*)

Komentar di sini

Most Popular

To Top