Pendidikan

Implementasi Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 di Tengah Pandemi Covid-19

Bayu Purnama Galuh. Foto (istimewa)

JAKARTA – Sebelum adanya revolusi industri, segala sesuatu kegiatan manusia dilaksanakan dengan manual tanpa adanya bantuan mesin sama sekali. Baru pada abad ke-17 munculah para ilmuwan yang menemukan tenaga uap dan juga pabrik-pabrik walaupun masih dalam skala kecil, sehingga muncullah istilah revolusi industri 1.0. Kemudian sekitar pertengahan abad ke-18 dimulailah era revolusi industri 2.0 dengan ditandai adanya pemanfaatan tenaga listrik dan juga pabrik-pabrik yang memproduksi mobil. Sedangkan revolusi industri 3.0 yang diperkirakan muncul pada tahun 1960-an dengan ditandai dengan kemunculan komputer, informasi digital dan juga telekomunikasi jarak jauh dengan menggunakan handphone. Revolusi industri 4.0 ditandai dengan robot yang bisa membantu kebutuhan atau menggantikan segala kegiatan manusia dan muncul aplikasi-aplikasi pada smartphone yang dengan mudah membantu segala kebutuhan manusia.

Revolusi industri 4.0 bisa dikatakan telah mengubah kehidupan manusia karena berbeda dengan revolusi indsustri sebelumnya. Revolusi industri 4.0 ini memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Kemajuan teknologi baru yang tidak lepas dari dunia digital sangat berpengaruh pada segala aspek kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan 4.0 muncul sebagai bentuk respon dalam menghadapai era revolusi generasi ke-4 ini. Dimana para pakar pendidikan mencoba mengintegrasikan antara teknologi digital ke dalam proses pembelajaran sehingga dalam kurikulumnya proses pembelajaran memanfaatkan InterneT of Things (IOT).

Pada penghujung tahun 2019 dunia digemparkan dengan munculnya wabah virus baru di Provinsi Wuhan China yang telah menelan banyak korban meninggal dunia. Virus tersebut dinamakan Corona Virus Disease 2019 atau disingkat COVID-19. Dalam jangka waktu yang tidak lama, virus ini menyebar ke berbagai belahan negara di dunia termasuk Indonesia sehingga WHO menetapkan bahwa wabah virus Covid-19 ini sebagai pandemik karena penyebarannya di berbagai negara di dunia. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan tidak terkecuali pada sektor pendidikan di Indonesia.

Pendidikan sebagai salah satu aspek fundamental bangsa yang bertujuan untuk membentuk karakter para peserta didik (siswa) di dalamnya melalui proses pembelajaran di sekolah baik formal maupun non formal. Puncaknya pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 untuk melaksanakan proses belajar di rumah salah satunya belajar online selama pandemik Covid-19. Secara tidak langsung, mau tidak mau, dan siap tidak siap pendidikan 4.0 harus dilaksanakan. Artinya ini merupakan kesempatan dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia untuk mengimplementasikan pendidikan era 4.0 yang dimana dalam prosesnya pembelajaran dilakukan secara online dan dapat memanfaatkan platform-platform atau aplikasi pembelajaran online.

Seiring berjalannya waktu, faktanya di lapangan permasalahan muncul ketika proses belajar di rumah secara online mulai diterapkan, banyak sekali hambatan yang ditemukan di lapangan diantaranya minimnya kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat digital, akses internet yang belum menjangkau daerah terpencil, beberapa siswa tidak memiliki gadget/smartphone, kondisi internal anak yang belum siap belajar online, tambahan pengeluaran dana bagi orang tua untuk pulsa/paket anak, kontrol pihak sekolah yang sulit, sampai motivasi siswa yang kurang dalam mengikuti belajar online di rumah. Pihak sekolah dan guru harus berfikir keras bagaimana agar proses pembelajaran tetap terlaksana walaupun secara online di rumah masing-masing.

Tentunya ini bisa menjadi sebuah gambaran bagi pemerintah dalam mengimplementasikan pendidikan di era revolusi industri 4.0 untuk kedepannya. Bagaimana teknologi digital dapat diintegrasikan secara maksimal dalam proses pembelajaran dan negara kita benar-benar siap melaksanakan pendidikan 4.0 dengan memanfaatkan teknologi digital dan dapat dirasakan sampai ke pelosok daerah terpencil. (*)

Penulis Oleh : Bayu Purnama Galuh, S.Pd, M.Pd (Dosen Prodi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Mutiara Banten)

Komentar di sini

Most Popular

To Top