Daerah

Dana BPNT 2019 belum Diterima Masyarakat, Nasib Sihombing: Wakil Rakyat itu Harus bisa Memberi Solusi

Nasib Sihombing (baju hitam) dan Gema Sihite (baju putih) saat menerima perwakilan masyarakat yang belum menerima dana BPNT tahun 2019 lalu. Foto/DB

Sidikalang, Sumutinvest.com – Saya wakil rakyat bapak ibu, saya siap di depan, di belakang dan dimanapun diinginkan bapak ibu sekalian. Saya siap memberi solusi tentang apapun permasalahan bapak ibu yang di kota, desa, bahkan di dusun. Karena itu, katakanlah dengan jujur situasi kondisi bapak ibu yang jauh-jauh datang ke kantor rakyat. Jangan ada yang tersembunyi, saya Nasib Marudur Sihombing siap mendengar, menerima dan membantu bapak ibu.

Demikian dikatakan anggota DPRD Kabupaten Dairi Nasib M. Sihombing saat menerima sejumlah masyarakat Desa Bakkal Sipoltong, Kecamatan Siempat Nempu Hulu di kantor DPRD Jalan SM. Raja atas Sidikalang, Rabu (26/2/2020).

Masyarakat yang datang menghadap perwakilan rakyat tersebut untuk menyampaikan bahwa dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mereka untuk bulan Desember 2019 belum diterima, padahal sekarang sudah memasuki bulan Maret 2020.

DA salah seorang masyarakat penerima BPNT menjelaskan dihadapan Ketua Fraksi Partai Nasdem itu kalau dirinya pada tahun 2019 lalu hanya menerima 11 bulan dengan dua kali termin pembayaran. DA pun mempertanyakan mengapa dana BPNT untuk bulan Desember belum diterima.

“Udah mau bulan Maret lho koh belum cair dananya ya Pak,” tanyanya kepada Nasib.

Mendengar keluhan DA, Nasib langsung merespon dan segera menghadirkan kepala dinas sosial yang diwakilkan Sekretaris Dinas Sosial Gema Sihite.

Selanjutnya, Nasib meminta DA dan masyarakat lainnya untuk mencari tahu apakah masih ada penerima sembako di desanya yang belum mendapatkan dana BPNT pada tahun lalu hingga sekarang seperti yang dialami DA.

Menanggapi keluhan DA, Gema Sihite menerangkan kalau bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah lewat dinsos untuk tahun 2019 semuanya sudah cair dan laporannya pun sudah tercatat di dinsos.

“Mari kita cek nama ibu,” sebut Gema sambil mengajak DA dan lainnya melihat list penerima dana BPNT tahun lalu.

Nasib meminta DA dan masyarakat yang datang segera menyebutkan dan memperlihatkan identitas kepada Gema. Saat Gema memeriksa nama-nama yang sudah cair, nama DA ternyata sudah masuk di daftar penerima dana BPNT.

Melihat kondisi ini, Nasib bertanya apakah kemungkinan ada permainan di dinsos?

“Kenapa data di dinsos, DA sudah menerima dana BPNT, sementara faktnya belum diterima,” tanya Nasib yang ditujukan kepada Gema.

Nasib berjanji temuan ini akan ia telusuri secepatnya bersama anggota dewan dari fraksi Nasdem lainnya. Bila perlu, kata Nasib, dirinya akan melakukan cek lapangan untuk melakukan cros data dari dinsos dengan di lapangan.

Janji Nasib untuk menindaklanjuti kesimpangsiuran itu langsung disetujui Gema dengan menambahkan kalau pada tanggal 25 bulan Februari lalu, dinsos sudah menggelar pertemuan atau rapat dengan semua yang terlibat di dalam pendistribusian dana BPNT, termasuk agen-agen, bulog, serta pihak bank.

Hasil dari pertemuan tersebut, kata Gema bahwa ke depan, setiap bansos yang sudah diterima masyarakat akan dilaporkan ke dinsos oleh agen, bulog dan pihak bank sehingga tidak ada lagi temuan seperti yang sedang dialami DA.

Gema juga menambahkan kalau dana bansos sembako pada 2020 sudah bertambah dari Rp 120 ribu menjadi Rp 150 ribu setiap bulan. Sembako yang dibelanjakan pun ditentukan berupa beras, telor, tahu, tempe dan buah.

Pada bulan Maret, dinsos akan melakukan validasi data baru dengan tujuan agar masyarakat yang memang benar-benar miskinlah yang berhak menerima bantuan Penerima Keluarga Harapan (PKH).

Gema juga menyebutkan kalau keluarga penerima PKH adalah kategori keluarga termiskin dan keluarga ini wajib mendapatkan bantuan sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sedang keluarga penerima bantuan sembako tidak wajib menerima bantuan PKH tapi berhak menerima KIP dan KIS. (Bon/Son)

Komentar di sini

Most Popular

To Top