SI Bisnis

Tiga Pelaku Ekspor Minta Presiden dan Menteri BUMN Turunkan Tarif Ekspor

Khairul Mahalli. Foto/GPEI

Medan, Sumutinvest.com – Tiga asosiasi pelaku ekspor Indonesia meminta kepada Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN agar menurunkan tarif ekspor di wilayah PT Pelindo dan PT Angkasa Pura.

Ketiga asosiasi tersebut adalah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), KADIN Sumut dan Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Sumut.

Menurut Ketua Umum Kadin Sumut Khairul Mahalli permintaan penurunan tarif ekspor tersebut menyusul adanya penurunan drastis ekspor Indonesia sebagai dampak wabah virus corona dan banjir di sejumlah daerah di Indonesia termasuk DKI Jakarta.

“Kami dari pelaku ekspor meminta Bapak Presiden RI dan Menteri BUMN agar menurunkan seluruh tarif ekspor di PT Pelindo dan PT Angkasa Pura,” ujar Mahalli melalui pesan singkatnya kepada Sumutinvest.com, Selasa (25/2/2020).

Sebagai informasi, penyebaran virus corona mulai menunjukan dampak pada neraca perdagangan Indonesia dengan Cina.

Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik, ekspor Indonesia ke Cina pada Januari 2020 sebesar 2,24 miliar dolar AS atau turun 12,07 persen dibandingkan Desember 2019.

Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ekspor RI ke Cina masing mengalami pertumbuhan 17,23 persen. Penurunan juga terjadi pada impor RI dari Cina pada Januari 2020 sebesar 4 miliar dolar AS. Angka itu turun -2,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan juga turun -3,94 persen dibandingkan Januari 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan dampak penyebaran virus corona sebenarnya belum terlihat signifikan jika hanya ditinjau dari neraca perdagangan Januari 2020.

Ia memproyeksikan dampaknya baru bena- benar terasa pada neraca perdagangan Februari 2020. Hal itu berdasarkan dari kronologi penyebaran virus corona sejak di Wuhan, Cina. Kasus pertama corona di negara tersebut mencuat pada 31 Desember dan teridentifikasi pada tanggal 3-5 Januari.

Pada 20 Januari 2020, beberapa negara mulai mengidentifikasi gejala virus corona di bandara.

Meskipun demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru menetapkan status darurat corona pada 31 Januari 2020.

“Jadi pada dasarnya reaksinya baru terjadi pada minggu terakhir bulan Januari. Kalau dilihat pergerakannya, minggu satu sampai tiga bulan Januari masih bagus dan belum akan berdampak signifikan. Okeh karena itu kita perlu waspada, dan bagaimana efeknya bisa dilihat bulan berikutnya,” ujarnya kepada awak media di Jakarta pada pertengahan Februari lalu. (SI)

Komentar di sini

Most Popular

To Top