SI Hotnews

Hadir di Medan, Gubsu Harap Bazar Buku Big Bad Wolf Ini Digelar Dua Kali Setahun

Medan, Sumutinvest.com – Big Bad Wolf (BBW) Books Sale kini hadir di Medan mulai tanggal 6-16 September 2019. Pameran buku diskon tersebut akan dilangsungkan di Gedung Andromeda, Ex Bandara Polinia, Medan, sebagaimana dilansir laman Big Bad Wolf Books.

Pameran ini akan dibuka selama 24 jam dan menghadirkan sekitar dua juta buku untuk dipamerkan di dalam bazar. Diskon yang ditawarkan sampai 80 persen.

Sebelumnya, event ini telah digelar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta pada 1-11 Maret 2019, Bandung 28 Juni-8 Juli 2019, dan Yogyakarta pada 2-12 Agustus 2019.

Selain itu, pameran ini juga digelar di beberapa kota di dunia seperti Yangon (Myanmar), Manila (Filipina), Johor (Malaysia), Lahore (Pakistan), Seoul (Korea Selatan), dan kota besar negara-negara lainnya.

Bertepatan dengan event di Medan pada 6-16 September, BBW juga menggelar pameran diskon buku di Perak, Malaysia, yaitu di Mydin Mall Meru Raya, Ipoh.

Diselenggarakannya pameran ini bertujuan agar para pecinta buku dapat membaca buku berkualitas dengan harga murah. Big Bad Wolf akan sigap memangkas harga buku yang mahal bagi pecinta buku Indonesia, klaim mereka dalam laman resminya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi secara resmi membuka bazar buku tersebut. Edy juga begitu antusias melihat koleksi buku.

Edy mengapresiasi langkah BBW. Karena dia paham betul, jika pendidikan masih tersandung dengan mahalnya harga buku.

“Tapi kalau di sini dipotong sampai 50 persen. Saya yakin kalau ini berjalan terus, anak-anak Sumut akan cerdas. Kalau dia sudah cerdas, dia tak akan banyak ngomong. Sekali ngomong ada referensinya,” ucap Edy.

Edy optimis, jika bazar buku sering dilakukan akan membantu pendidikan di Sumatera Utara. Karena buku sangat mendukung perbaikan kualitas pendidikan. Edy pun meminta agar bazar BBW digelar dua kali setahun.

“Jadi kita harapkan, saya minta ini kepada Buk Uli, enam bulan yang akan datang, datang kemari lagi. Kalau tak datang kita jemput dia,” pintanya.

Edy juga berjanji akan memperbaiki fasilitas bangunan untuk bazar. Supaya warga yang datang merasa nyaman saat memilih buku.

Begitu juga dengan Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia Uli Silalahi sebagai penyelenggara mengatakan, pihaknya komitmen terus mengadakan bazar sebagai upaya meningkatkan kualitas literasi. Apalagi di tengah rendahnya minat baca di Indonesia.

“Saat ini, dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0. Pada era ini, semua aktivitas berbasis mesin terintegrasi jaringan internet (internet of things). Keadaan dunia yang semakin mengglobal membuat kita harus memperluas dan mempertajam pengetahuan kita terhadap informasi yang terus beredar, situasi ini menuntut kita agar lebih kritis dan memperbaiki kualitas diri,” ungkap Uli.

Ia melanjutkan, upaya menyiapkan generasi mendatang untuk berpikir secara inovatif, diperlukan gerakan untuk mengajak generasi milenial untuk banyak membaca buku, semakin banyak kita membaca, semakin banyak hal pula yang kita ketahui, karena buku adalah jendela dunia. (SI/IDN)

Komentar di sini

Most Popular

To Top