Nasional

GPEI Beberkan 5 Masalah dan Solusi Ekspor Indonesia

Furnitur merupakan salah satu produk ekspor Indonesia yang cukup menjanjikan. Foto Dok. Antara

Sumutinvest.com, Jakarta – Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia melalui Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP GPEI) Khairul Mahalli membeberkan 5 masalah ekspor Indonesia saat ini berikut dengan solusinya.

Khairul menyebut masalah pertama adalah izin ekspor yang masih terlalu rumit. Kerumitan izin ini membuat pengusaha Indonesia tidak mudah melakukan ekspor. Masalah kedua, pencairan letter of credit perlu tiga minggu mengakibatkan pengusaha tidak segera mendapatkan uang tunai.

Masalah ketiga adalah kebutuhan lahan yang sulit. Kesulitan ini, kata Khairul, membuat produksi produk pertanian di negara kita tidak bisa memenuhi permintaan importir.

Lalu masalah keempat dan kelima yakni harga produk ekspor Indonesia yang lebih tinggi karena tidak adanya free trade agreement (FTA) mengakibatkan harga produk Indonesia tidak bisa bersaing dengan negara yang sudah punya FTA, serta promosi yang belum terpadu yang dilakukan pemerintah berakibat kepada pengusaha tidak bisa mengikuti promosi yang penting.

Solusi

Sebagai orang yang bergelut selama puluhan tahun di bisnis ekspor, Khairul tawarkan juga solusi atau jalan keluar dari masalah ekspor Indonesia saat ini.

Untuk izin ekspor yang masih terlalu rumit, menurut Khairul, pemerintah melalui kementerian perdagangan (Kemendag) harus menghapus perizinan ekspor. Pencairan letter of credit harus dibuat menjadi satu hari seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah Singapura. Kemenkeu dan Perbankan harus segera menindaklanjuti ini agar segera diterapkan.

Kemudian, solusi kebutuhan lahan yang sulit, mau tidak mau pemerintah melalui Kementan, BPN, Kemenhut dan Pemda menyediakan lahan untuk produk ekspor.

Terkait FTA, Khairul menyarankan pemerintah melalui Kemendag dan Kemenlu secepatnya harus membuat FTA dengan negara pembeli produk Indonesia. Lalu pemerintah melalui Kemendag, Kemenlu, Perwakilan Negara dan Pemda harus melakukan promosi terpadu melibatkan para pengusaha. (SI)

 

 

Komentar di sini

Most Popular

To Top