SI Bisnis

Buka Layanan di Thailand, Gojek Beri Nama GET

Bangkok, Sumutinvest.com – Perusahaan rintisan asal Indonesia yang sudah mendapatkan status Decacorn yakni Go-jek melebarkan sayapnya di Negeri Gajah Putih alias Thailand. Kini Go-Jek Indonesia telah memulai layanan di Thailand yang diberi nama GET.

Dilansir dari Reuters, bos Go-jek juga sedang berupaya memasuki pasar Filipina ini, Nadiem Makarim mengatakan ketika perusahaan terus meningkatkan pelayanannya untuk melawan pemimpin di pasar regional yang tak lain adalah Grab.

Peluncuran layanan di Thailand ini datang ketika Go-Jek dan Grab mengumpulkan pendanaan senilai miliaran dolar dan berinvestasi secara agresif untuk mengamankan pangsa pasar di Asia Tenggara.

Pasalnya lebih dari 640 juta konsumen di kawasan ini beralih makin mengandalkan telepon pintar untuk keperluan transportasi, berbelanja dan melakukan pembayaran. Di Thailand, Go-Jek menawarkan jasa ojek, jasa pengantaran makanan, dan layanan pengiriman barang.

Kepala eksekutif anak perusahaan Go-Jek di Thailand, Pinya Nittayakasetwat mengatakan perusahaannya juga akan segera menawarkan layanan pembayaran.

Sebelum Thailand, Go-Jek sudah lebih dulu memulai operasi di Vietnam pada bulan September tahun lalu dan memulai uji coba di Singapura pada akhir 2018.

Awal bulan ini, sumber Reuters mengatakan bahwa Go-Jek yang kini memiliki valuasi sebesar US$ 10 miliar setelah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$ 1 miliar dalam putaran pendanaan yang dipimpin Tencent Holdings Ltd, JD.com Inc dan Google Alphabet Inc.

Tetapi Go-Jek mengalami kemunduran untuk ekspansi regionalnya pada bulan lalu ketika aplikasi untuk memulai layanan di Filipina ditolak dengan alasan bahwa unit domestik Go-Jek tidak memenuhi kriteria kepemilikan lokal.

Meski layanan ride hailing ditolak, Go-Jek kemudian mengumumkan pembelian perusahaan fintech lokal di sana yakni Coins.ph. Perusahaan rintisan ini tertarik oleh layanan e-wallet dan pengiriman uang Coins.ph yang sudah punya 5 juta pengguna.

“Kami hadir di sana, hanya saja kami belum meluncurkan layanan mobilitas kami. Saya tidak bisa memberi Anda tanggal yang pasti, tetapi biasanya cukup cepat,” kata Pinya Nittayakasetwat. (SI)

Komentar di sini

Most Popular

To Top