Daerah

Besok, PAR Tigaras & Dolok Pardamean Se-Jabodetabek Gelar Marsombuh Sihol

Jakarta, Sumutinvest.comAcara Marsombuh Sihol atau dalam bahasa Indonesia berarti melepas rindu merupakan warisan leluhur yang lazim digelar oleh warga Tapanuli di perantauan.

Dalam acara Marsombuh Sihol, melepas kerinduan yang dimaksud tidak terbatas pada kerinduan terhadap seseorang, tetapi lebih kepada suasana yang khas bila ada banyak orang dari satu kampung atau daerah berkumpul.

Acara atau kegiatan yang biasa ditampilkan dalam acara Marsombuh Sihol diantaranya adalah, ibadah, bernyanyi dan menari (manortor) serta aneka kegiatan sosial khas daerahnya. Jika dari daerah Simalungun misalnya, yang ditampilkan tentu nyanyian dan tarian khas Simalungun. Semua panitia dan peserta yang hadir biasanya mengenakan pakaian yang bercirikan adat Simalungun.

Keluarga Besar Tigaras dan Dolok Pardamean Se-Jabodetabek dan sekitarnya akan menggelar acara Marsombuh Sihol pada Rabu (1/5/2019) besok di Gor Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut Ketua Panitia Sahman Sitio kepada Sumutinvest.com, acara tersebut merupakan tindak lanjut nyata yang tadinya hanya melepas rindu lewat media sosial seperti WhatsApp menjadi punguan (perkumpulan).

Sahman Sitio, Ketua Panitia Marsombuh Sihol

Program dan kegiatannya pun sudah ada yakni bergerak di bidang sosial seperti kegiatan sukacita maupun dukacita.

Program nyatanya dan sudah berjalan seperti jika ada kerabat yang meninggal dunia, punguan ikut berpartisipasi dengan tulus dan ikhlas memberikan dana dukacita, termasuk untuk kegiatan sukacita.

“Acara ini merupakan untuk menindak lanjuti yang tadinya hanya sebatas di grup whatsapp saja, sekarang diharapkan menjadi punguan, dan melanjutkan program yang sudah ada selama ini begerak di bidang sosial seperti kegiatan sukacita maupun dukacita,” ujar Sahman, yang juga tokoh masyarakat asal Tigaras dan tinggal di Jakarta Barat.

Dijelaskan Sahman, target jangka pendek dari acara Marsombuh Sihol ini adalah selain membentuk badan pengurus harian (BPH), juga punya target jangka panjang yakni membentuk Yayasan Peduli Bona Pasogit.

Rencana pembentukan yayasan ini dibuat untuk mengantisipasi supaya tanah yang ada di Tigaras serta Dolok Pardamean yang ada di Kabupaten Simalungun tidak pindah tangan ke orang yang bukan penduduk asli Tigaras.

Acara ini dihadiri sekitar 750 orang atau lebih serta tokoh-tokoh masyarakat asal Tigaras dan Dolok Pardamean yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya

Yayasan ini juga diharapkan dapat membantu dan menguntungkan masyarakat. Contohnya, apabila ada warga yang butuh uang dan harus menjual tanahnya yang berlokasi di Tigaras dan Dolok Pardamean, maka yayasan tersebutlah yang akan membeli tanah itu dan suatu saat jika yang punya tanah mempunyai uang lagi, dia bisa menebus tanahnya kembali.

Acara Marsombuh Sihol ini rencananya bakal langsung dihadiri oleh tiga kepala desa (Kades) yaitu Tigaras, Salbe dan Pariksabungan. Namun, karena kesibukan usai pemilu, ketiga kades tersebut tidak bisa hadir.

Sahman menambahkan peserta yang hadir diperkirakan sekitar 750 orang bahkan lebih yang berasal dari daerah Merak (Provinsi Banten), Jabodetabek serta Cikampek (Provinsi Jawa Barat).

Selain itu, para tokoh masyarakat asal Tigaras dan Dolok Pardamean juga ikut hadir seperti AKP Malukdin Silalahi, SH; Brigjen (Purn) Edi Amon Turnip; Letkol (Purn) Anggaraman Sitio; Sunggul Sitio, SE, MM; Timbul Situmorang, SH, MH; Ir Sahat Simarmata serta tokoh masyarakat lainnya.

Terkait dana untuk acara ini, Sahman menyebut sangat berterimakasih kepada semua pihak, utamanya kepada para donatur bahwa hanya dalam jangka satu bulan, dana yang terkumpul sudah mencapai sebesar Rp 75 juta. Dari semua donatur yang ikut menyumbang, Timbul Situmorang, SH, MH merupakan donatur tertinggi untuk acara Marsombuh Sihol yang kali pertama diadakan ini.

Hal senada juga disampaikan Sunggul Sitio, SE, MM yang juga sebagai penasehat di kepanitian acara Marsombuh Sihol kali ini. Ia sangat mendukung acara ini karena selain dapat melepas rindu, kegiatan ini menjadi ajang untuk generasi muda agar tidak lupa mengenai ajaran para leluhur.

“Biasanya apa yang sudah diajarkan oleh orang tua di kampung, makin lama makin hilang diperantauan. Seperti pesta nikah adat Simalungun misalnya, banyak masyarakat Simalungun yang lupa mengenai tata cara adat, yang harusnya melibatkan antar marga di Simalungun,” paparnya.

Acara Marsombuh Sihol ini diawali dengan kegiatan Ibadah, Makan Bersama dan Marsombuh Sihol (manortor) dan pastinya dihibur oleh artis-artis yang semuanya kelahiran Tigaras. Ada Trio Santana; Sudin Sihaloho; New Tamara Voice; Risdon Sihaloho; Arghana Trio; Rahot Sihaloho; Roy Dongson Gurning serta Lasanta Trio.

Untuk itu, kepada warga asal Tigaras dan Dolok Pardamean yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya, Sahman mengundang untuk hadir di acara Marsombuh Sihol yang diadakan besok di Gor Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, dimulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. [SI]

 

Komentar di sini

Most Popular

To Top