SI Bisnis

Startup Indonesia Sektor Energi Kini Mulai Tumbuh

Jakarta, Sumutinvest.com – Startup saat ini sudah menjamur di Indonesia. Bahkan jika dilihat dari situs Startup Ranking, Indonesia masuk 5 besar dengan jumlah startup terbanyak di dunia dengan jumlah angka 2.074.

Jika dicermati, kebanyakan startup di Indonesia lebih mendominasi sektor-sektor seperti marketplace, e-commerce, tiket, hingga fintech. Nah, kini sektor yang jarang dilirik seperti tentang energi sudah mulai ikut meramaikan dunia startup di Indonesia.

Lewat program Nyala Energy Acceleration 2019 hasil kolaborasi antara Digitaraya dengan New Energy Nexus Southest Asia (Nexus SEA), diperkenalkan delapan startup baru di antaranya Replus, After Oil, Khaira Energy, Erenesia, Ailesh Power, Inovasi Dinamika Pratama, TAZ, dan Weston Energy.

Kedelapan startup tersebut memiliki visi dan misi yang berbeda-beda, mulai dari penghematan daya baterai dan cahaya, kemudian membuat perangkat remote untuk mengontrol furniture rumah tangga agar lebih hemat serta ada juga metode untuk mengolah limbah.

Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Hariyanto yang memberikan dukungan hadirnya startup baru di sektor Energi ini.

Menurutnya kehadiran mereka ini bisa membantu mewujudkan program pemerintah soal renewable energy 2025.

“Startup dengan sektor energi ini diharapkan bisa mewujudkan program pemerintah untuk mencapai target menggunakan 23% renewable energy pada tahun 2025, ” jelas Hariyanto.

Selain itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan hadirnya startup sektor energi menjadi titik awal untuk digali lagi sektor-sektor lainnya seperti pariwisata, pertanian, hingga pendidikan sehingga bisa mengikuti langkah serupa.

“Saya juga mengharapkan sektor-sektor lain seperti pertanian, kesehatan, pariwasata, pendidikan bisa mengikuti. Kita kan ada 34 kementerian malah sektor pemerintahan harus disentuh bagaimana nantinya dari startup ini bisa diciptakan suatu aplikasi buat layanan masyarakat,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa Indonesia punya banyak masalah. Maka, inilah yang menurutnya bisa dijadikan lahan tumbuhnya startup baru dan diharapkan dapat membantu kemajuan Indonesia. (SI/Det)

Komentar di sini

Most Popular

To Top