Daerah

BI Sumut : Kota Medan Deflasi, Produksi Melimpah

MEDAN (Sumutinvestt.com)– Realisasi inflasi Februari sesuai polanya, seiring dengan periode panen raya yang terjadi pada triwulan I, Indeks Harga Konsumen ( IHK) Sumatera Utara mengalami deflasi – 0.32 persen ( mtm ), setelah pada bulan sebelumnya mengalam inflasi yang relatif rendah yaitu 0,20 persen (mtm) dan lebih rendah dibandingkan nasional – 0,08 persen ( mtm ).

“Secara historis deflasi Februari dalam tiga tahun rata-rata -0,40 persen (mtm),” kata Hilman Tisnawan, Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara (Sumut) kepada wartawan, Senin (10/3/2019).

Ia menyebut deflasi terjadi di seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan deflasi tertinggi terjadi di Sibolga (0,70 persen) , Padangsidimpuang (0,045 persen), Medan (0,30 persen) dan Pematangsiantar (0,29 persen). “Hal ini mengindikasikan pola perdagangan antar daerah yang relatif baik,” ungkapnya.

Kelompok bahan makanan menjadi sumber deflasi utama Pebruari. Sumber deflasi bulan ini terutama berasal dari kelompok bahan makanan yang berkontribusi -0,45 persen. Beberapa komoditas yang mengalami koreksi harga antara lain cabai merah, daging ayam ras, bawang merah dan tomat buah.

Berdasarkan data Pusat Informasi Pangan Strategis (PIHPS) didapat informasi bahwa herga cabai merah Pebruari turun 5 persen dari rata -rata harga Januari Rp16.900kg menjadi Rp15.900 kg.

Sejalan dengan hal tersebut, harga daging ayam ras terpantau turun 3 persen dari Rp27.3000/kg menjadi Rp26.500kg. “Penurunan harga komoditas terjadi di seluruh kota IHK sejalan dengan masuknya periode panen raya di sentra produksi,” sebut Hilman.

Kelompok transportasi juga menjadi sumber deflasi Pebruari. Komoditas bensin menjadi sumber deflasi utama dengan andil 0,03 persen seiring dengan penurunan harga bensin.

Sementara komoditas angkutan udara masih memberikan sumbangan inflasi (-0,02) meski Pemerintah telah mengupayakan penurunan harga avtur, sebagai komponen pembentuk harga tiket pesawat terbesar, yang direalisasikan melalui Keputusan Menteri ESDM No.17 Tahun 2019.

Pasca ketetapan tersebut, rata-rata harga tiket pesawat rute Jakarta-Medan terpantau hanya turun tipis 1 persen dari Rp1,76 juta menjadi Rp1,71 juta. Ke depan, jelas Hilman, inflasi bulanan diperkirakan masih sesuai dengan polanya. “IHK Maret kami perkirakan meningkat namun masih relatif rendah,” ungkapnya.

Faktor yang menjadi pendorong inflasi diperkirakan berasal dari bahan pangan dan hortikultura yang lebih terbatas dibandingkan Pebruari seiring dengan musim panen yang berangsur usai jelang Maret.

Tekanan inflasi bulanan maret 2019 yang relatif rendah tersebut juga terkonfirmasi oleh Indeks Perubahan harga 3 bulan yang akan datang pada Survei Penjualan Eceran yang meningkat tipis dari 143.49 pada November menjadi 143,81 pada Desember 2018. [SI]

Komentar di sini

Most Popular

To Top