SI Wisata & Kuliner

Parapat Night Market, Destinasi Digital Untuk Kaum Milenial

Sumutinvest.com, Medan. Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Utara kini melakukan terobosan. Besok, Sabtu (3/11) GenPI Sumut akan merilis Parapat Night Market. Tujuannya untuk menarik wisatawan milenial sekitar Danau Toba, ini akan menjadi target utama destinasi ini.

Ketua GenPI Sumut, Fito Fitato mengatakan bahwa Parapat Night Market akan digelar mulai pukul 19.00 WIB, yang pastinya event ini akan menjadi destinasi baru di Danau Toba.

“Pada gelaran perdana nanti, kami akan menyuguhkan pentas seni. Berupa tarian dan musik tradisional khas Batak. Intinya kami akan mengenalkan budaya Batak pada para pengunjung. Di samping itu, kami siapkan 15 stand kuliner tradisional yang bisa dinikmati para pengunjung,” ujarnya, Kamis (1/11) malam.

Parapat Night Market akan dipusatkan di daerah Pagoda. Yakni sebuah tempat yang juga disebut Pasar Jumpa Tengah di kawasan Tebing Tinggi. Namun, belakangan lokasi ini lebih populer dengan sebutan Stage Parapat.

Selain Parapat Night Market, tersedia juga sejumlah spot foto yang instagramable untuk pengunjung agar bisa melakukan swafoto.

“Tidak bisa dipungkiri, peran generasi milenial dalam mempopulerkan sebuah destinasi wisata cukup besar. Diakui atau tidak, sebagian dari mereka terbiasa hunting spot-spot menarik untuk swafoto, lalu mempublish-nya di media sosial,” jelasnya.

Parapat Night Market diharapkan menjadi gebrakan positif yang akan membuat Stage Parapat semakin dikenal. GenPI Sumut berupaya menghidupkan Stage Parapat. Salah satu caranya yaitu dengan menghadirkan pertunjukan secara kontinue.

“Rencananya, setelah kegiatan Parapat Night Market, akan dilanjutkan dengan pentas seni setiap Sabtu dan Minggu malam. Sasarannya para tamu hotel yang biasanya kebingungan mencari tempat hiburan saat malam,” jelasnya lagi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik peluncuran destinasi yang menyasar generasi milenial. Menpar menjelaskan, destinasi digital adalah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram.

“Sedangkan generasi milenial sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah Instagramable. Saya ingin tahun 2018 ini ada 100 destinasi digital di 34 provinsi di Tanah Air,” kata Arief.

Lanjutnya, Digital destination menjadi tuntutan di era booming teknologi, yakni generasi milenial merupakan konsumen yang paling haus akan pengalaman dibanding generasi-generasi sebelumnya.

Hasil survei di seluruh dunia (Everbrite-Harris Poll, 2014) membuktikan bahwa milenial lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk pengalaman ketimbang membeli barang-barang. [SI]

Komentar di sini

Most Popular

To Top