Nasional

Google dan Apple Sumbang US$1 juta Untuk Bencana di Sulteng

Sumutinvest.com, Jakarta. Pada Jumat lalu (28/9), gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala dan kemudian disusul tsunami di Kota Palu.

Kedua bencana alam tersebut sampai dengan Selasa (2/10) kemarin sudah mengakibatkan 1.374 orang meninggal.

Bencana tersebut telah banyak menarik perhatian perusahaan internasional terkemuka khususnya dua perusahaan raksasa teknologi informasi asal Amerika Serikat (AS), Google dan Apple yang masing masing-masing menyumbang US$1 juta atau Rp14,9 miliar (kurs Rp14.988 per dolar AS) untuk penanganan gempa dan tsunami Donggala dan Palu.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan dua perusahaan tersebut telah menyampaikan niat menyumbang melalui akun sosial Twitter mereka Rabu pagi (3/10).

Bantuan tersebut akan segera dikoordinasikan BKPM dengan Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Gempa Palu yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Begitu juga dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC), sudah memberikan bantuan US$125 ribu atau Rp1,87 miliar untuk penanganan bencana tersebut.

Kepala BKPM tersebut enggan membuka nama perusahaan lain yang memberikan bantuan untuk penanganan gempa Palu dengan alasan izin donatur.

“Poinnya, kami akan sangat terbuka dengan bantuan perusahaan multinasional tersebut,” jelas Thomas.

Thomas mengatakan selain berbentuk uang, bantuan yang diberikan perusahaan tersebut juga berbentuk fasilitas penunjang, seperti; tenaga ahli medis, jasa angkut, logistik, filter air, tenda, dan selimut. Bahkan, ada beberapa perusahaan internasional yang menawarkan bantuan berupa tenaga pencari (search rescue).

Hanya saja, tawaran bantuan itu tidak akan diterima seluruhnya. Pemerintah tetap akan menyeleksi bantuan yang masuk. Jangan sampai, bantuan yang datang ini bertambah terus sehingga terjadi pemborosan.

Namun, ia berharap pemborosan bantuan ini tidak akan terjadi karena donatur kerap menanyakan ke pemerintah terkait kebutuhan pasca bencana yang mendesak dan dirasa masih kekurangan.

“Memang (bantuan ini) harus disortir betul dan harus dikoordinasikan. Jangan sampai ditambah lagi bantuan yang sudah kebanyakan, sementara hal-hal yang masih kekurangan tidak mendapat perhatian. Maka dari itu, kami di lapangan akan koordinasi dengan Satgas dan BNPB dalam membuat inventory apa saja yang sudah masuk dan dibutuhkan,” ungkapnya.

Realisasi seluruh bantuan internasional ini akan diumumkan di dalam acara makan malam antara Kamar Dagang dan Industri Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara di helatan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Bali pekan depan.

“Di helatan tersebut, terus terang saya mau secara langsung menyampaikan terima kasih kepada mereka (perusahaan multinasional) dan melapor sumbangannya untuk apa saja, demi transparansi dan akuntabilitas,” pungkas dia. [SI]

Komentar di sini

Most Popular

To Top