Internasional

Genjot Ekspor, GPEI Lakukan Koordinasi dengan KJRI di Malaysia

Khairul Mahalli (ketiga dari kiri) saat memberi sambutan di hadapan jajaran KJRI Johor Bahru, Malaysia mengenai Ekspor Indonesia

Sumutinvest.com (Malaysia) – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPP GPEI) melakukan pertemuan koordinasi ekspor Indonesia dengan Konsulat Jenderal dan Konsulat Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, Senin (24/09/2018).

Pertemuan itu dilaksanakan di kantor Kadin Johor Bahru, Malaysia. Selain GPEI, ikut juga hadir yaitu KSO Sucofindo dan Surveyor Indonesia.

Ketua Umum DPP GPEI Khairul Mahalli yang ikut mewakili GPEI menyampaikan bahwa pertemuan koordinasi ini sangat penting untuk menggenjot ketertinggalan ekspor Indonesia ke negara Jiran tersebut.

“Pertemuan ini sangat penting untuk menggenjot ketertinggalan ekspor Indonesia ke negara Malaysia. Malaysia sangat potensial untuk produk-produk kita dari Indonesia khususnya UMKM,” ujarnya kepada Sumutinvest.com lewat WhatsApp.

Khairul menekankan bahwa di awal tahun lalu, Presiden Joko Widodo mengeluhkan kinerja ekspor Indonesia yang kalah dibandingkan dengan Thailand, Vietnam dan termasuk Malaysia. Padahal, jumlah penduduk Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negera-negara itu.

Oleh sebab itu, menurut Khairul, hal ini menjadi masalah serius karena hanya ada dua kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yakni ekspor dan investasi.

Sebagai asosiasi yang concern dengan ekspor, GPEI terus melakukan pertemuan koordinasi dengan perwakilan negara Indonesia yang ada di negara-negara luar seperti di Malaysia yang dianggap sangat berpotensi untuk ekspor Indonesia.

Diambil dari cnbcindonesia.com, analisa kinerja ekspor Indonesia dibandingkan dengan negara-negara besar ASEAN lainnya, ekspor RI memang masih tertinggal.

Sepanjang 2017, Indonesia hanya membukukan ekspor US$ 168,73 miliar atau Rp 2.277 triliun sementara Vietnam mencapai US$ 214,01 miliar (Rp 2.889 triliun). Bahkan, hanya pada Januari-November 2017 saja nilai ekspor Thailand sudah US$ 215,19 miliar (Rp 2.905 triliun).

Di samping Vietnam dan Thailand, negara ASEAN lain yang menunjukkan performa cukup baik adalah Malaysia. Mengutip data Malaysia External Trade Development Corporation(MATRADE), pada Januari-November 2017 ekspor Negeri Jiran itu mencapai RM 856,05 milyar (Rp 2.996 triliun).

Apabila melihat dari sisi pertumbuhan year-on-year (YoY), ekspor Indonesia pada 2017 tumbuh 16,22% atau masih di bawah Vietnam 28,92% dan Malaysia 20,37%. (SI)

Komentar di sini

Most Popular

To Top