Nasional

Investasi di Indonesia Triwulan II 2018 Turun 4,9 Persen

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong (kiri) didampingi Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis dalam konferensi pers Realisasi Investasi di kantor BKPM, Selasa (14/8).

Sumutinvest.com, Jakarta. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat terjadi perlambatan investasi selama triwulan II 2018 (April-Juni). Hal tersebut diungkap oleh Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.

Data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan capaian sebesar Rp 176,3 triliun, mengalami peningkatan sebesar 3,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 (sebesar Rp 170,9 triliun).

Angka itu turun dibandingkan triwulan I Rp 185,3. Terjadi penurunan investasi 4,9 persen. Dibanding triwulan I 2018.

Realisasi investasi tersebut menyerap 289.843 Tenaga Kerja Indonesia. Sedangkan realisasi investasi PMDN dan PMA selama Januari-Juni tahun 2018 mencapai angka Rp 361,6 triliun.

“Terjadi perlambatan di investasi seperti yang juga sudah disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS),” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Selasa (14/8).

Dia melanjutkan, hal itu  tercermin dari kecenderungan terjadinya perlambatan pertumbuhan realisasi investasi menjadi 3,1 persen (triwulan II tahun 2018 dibanding triwulan II tahun 2017), dari sebelumnya 11,8 persen (triwulan I tahun 2018 dibanding triwulan I tahun 2017) dan 12,7 persen (triwulan II tahun 2017 dibanding triwulan II tahun 2016).

Selama Triwulan II Tahun 2018, realisasi PMDN sebesar Rp 80,6 triliun, naik 32,1 persen dari Rp 61,0 triliun pada periode yang sama tahun 2017, dan PMA sebesar Rp 95,7 triliun, turun 12,9 persen dari Rp 109,9 triliun pada periode yang sama tahun 2017.

Untuk periode Januari-Juni Tahun 2018 dari total realisasi investasi sebesar Rp 361,6 triliun, realisasi investasi (PMDN dan PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (Rp 59,2 triliun, 16,4 persen); DKI Jakarta (Rp 58,7 triliun, 16,2 persen); Banten (Rp 30,0 triliun, 8,3 persen); Jawa Tengah (Rp 27,6 triliun, 7,6 persen); dan Jawa Timur (Rp 24,6 triliun, 6,8 persen).

Berdasarkan sektor usaha, (5 besar) realisasi investasi (PMDN dan PMA) adalah: Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp 43,4 triliun, 12,0 persen), Pertambangan (Rp 42,4 triliun, 11,7 persen); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 40,3 triliun, 11,1 persen), Listrik, Gas, dan Air (Rp 40,1 triliun, 11,1 persen), dan Industri Logam, Mesin, dan Elektronik (Rp 35,8 triliun, 9,9 persem).

Sedangkan realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah Singapura (USD 5,0 miliar, 33,0 persen), Jepang (USD 2,4 miliar, 15,7 persen), R. R. Tiongkok (USD 1,3 miliar, 8,8 persen), Korea Selatan (USD 1,2 miliar, 7,5 persen), dan Hong Kong, RRT (USD 1,1 miliar, 7,2 persen). (SI)

 

Komentar di sini

Most Popular

To Top