Daerah

Polsek Tigalingga Harus Usut Tuntas Penganiayaan Wartawan oleh Kepala Desa

Hasmar Simbolon, korban penganiayaan yang dilakukan oleh Hermanto Ginting, Kepala Desa Tumpak Raja di Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi

Sumutinvest.com, SIDIKALANG. Lagi-lagi kekerasan kembali terhadap wartawan. Kali ini kekerasan terjadi kepada wartawan media online Dairibaru.com bernama Hasmar Simbolon yang saat itu sedang melakukan tugas peliputan di wilayah Desa Tumpak Raja, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Menurut Hasmar, tindakan kekerasan atau penganiayaan itu terjadi saat ia bersama seorang petugas Babinsa mendatangani lokasi galian C yang berada di Desa Tumpak Raja. Setibanya di lokasi, Hasmar bersama petugas Babinsa melihat aktivitas lokasi galian yang diduga tak memiliki izin (ilegal).

Melihat ada aktivitas di lokasi, Hasmar pun berniat menghampiri kepala desa yang terlihat berada di lokasi untuk melakukan konfirmasi. Belum sempat konfirmasi, kepala desa seketika menghampiri Hasmar dan petugas Babinsa.

Tanpa sebab, kepala desa yang sebelumnya membawa kayu langsung mendatangi dan menganiaya Hasmar bertubi-tubi hingga mengalami luka lebam di bagian legan. Melihat kejadian itu, petugas Babinsa yang ikut bersama Hasmar langsung melerai kepala desa agar menghentikan penganiayaan tersebut.

Tak terima atas ulah kepala desa, Hasmar langsung melakukan visum dan bersama petugas Babinsa tadi melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tigalingga.

Dalam Laporan Polisi No: LP/VIII/2018/SU/Res Dairi/Sek. Tigalingga, tertanggal 9 Agustus 2018, pelapor adalah Hasmar Simbolon sedangkan pelakunya yaitu Hermanto Ginting Kepala Desa Tumpak Raja.

Menanggapi kekerasan yang terjadi kepada salah satu wartawannya, Pemimpin Redaksi Dairibaru.com, Zahara Sitio mengatakan sangat menyesalkan kejadian tindakan penganiayaan yang dilakukan seorang kepala desa kepada wartawannya yang tengah melakukan tugas jurnalistik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.

“Saya sangat menyesalkan tindakan penganiayaan terhadap salah satu wartawan kami yang tengah melakukan tugas peliputan oleh seorang kepala desa. Semua wartawan kami dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID Card dan surat tugas resmi yang dilindungi oleh undang-undang pers,” ujarnya.

Dia berharap penyidik Polsek Tigalingga harus serius mengungkap dan mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami oleh awak medianya yang bekerja di lapangan. Dirinya juga mengapresiasi pihak Polsek Tigalingga yang cepat merespon laporan dan telah melakukan proses penyidikan.

Sitio menambahkan jika wartawan kami dalam melakukan tugas peliputan tidak melakukan tugas sesuai undang-undang pers, sebagai yang bertanggungjawab kepada semua awak medianya di lapangan, dirinya siap bertanggungjawab. Sebaliknya jika yang salah bukan di pihak wartawan, siapa pun orangnya harus bertanggungjawab dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Demi terjaminnya tugas pers yang telah dilindungi oleh undang-undang, kami akan terus mengawal kasus ini sampai selesai,” tegasnya. (SI)

 

Komentar di sini

Most Popular

To Top