Nasional

GPEI Kembali Desak Pemerintah Benahi Regulasi Ekspor

SUMUTINVEST.com-Jakarta. Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) kembali mendesak pemerintah untuk terus memperbaiki regulasi terhadap para pelaku usaha terutama yang tergabung dalam asosiasi GPEI.

Melalui Ketua Umumnya di acara Sarapan Pagi dan Dialog Eksportir yang dilaksanakan di Hall Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta, (Selasa/24/7/2018), Khairul Mahalli mengatakan pihaknya akan terus menyatukan semua stakeholder mulai dari pembuat kebijakan hingga ke pelaku usaha untuk bersinergi memudahkan ekspor.

Tak hanya itu, GPEI sebagai wadah para eksportir akan terus membuka peluang-peluang ekspor seperti ke Amerika, Australia dan negara lain.

“Melalui acara-acara seperti ini, kita terus menyatukan sinergi semua stakeholder mulai dari pembuat kebijakan sampai ke pelaku usaha sehingga kemudahan dalam ekspor dapat berjalan baik. Kalau bisa dimudahkan kenapa dipersulit,” ujar Mahalli kepada sumutinvest.com usai acara berlangsung.

Sebagai asosiasi, ditambahkan Mahalli, GPEI sangat mendukung target pemerintah terhadap pertumbuhan ekspor sebesar 11 persen dan dalam melaksanakan itu, GPEI juga tentu akan melakukan seleksi produk yang akan diekspor.

Kata Mahalli, GPEI didirikan pada tanggal 21 Februari 1961 bertujuan sebagai wadah para eksportir dalam peran serta penyalur dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan pengusaha perdagangan luar negeri.

GPEI juga telah menjadi anggota Kamar Dagang Indonesia pada tahun 1973 dan mempunyai tiga pilar yakni mencerdaskan, memberdayakan serta memasarkan.

Hadir dalam acara tersebut General Manager (GM) PT. Angkasa Pura II Halim Perdana Kusuma, Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Ketua Umum Asosiasi Home Industri Indonesia (AHINDO), perwakilan Bea Cukai serta para eksportir dan pelaku usaha UKM.

Marsma TNI Pip Darmanto, GM PT. Angkasa Pura II Halim Perdana Kusuma dalam sambutanya mengatakan Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan agar Bandara Halim Perdana Kusuma dalam waktu dekat akan dibangun Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Ini adalah kata Darmanto merupakan kesempatan bagi para eksportir untuk melakukan ekspor lewat Bandara Halim yang diresmikan pada tahun 1974.

“Ini adalah kesempatan bagi para eksportir untuk melakukan kegiatan eksportir ke luar negeri melalui bandara halim. Melalui GPEI ini saya mengajak para eksportir yang mau kirim apa saja ke luar negeri dapat melalui bandara halim,” ajak Darmanto.

Terkait rencana pembangunan LCCT ini, Mahalli sangat menyambut baik. Sebagai kerjasama awal, pria yang gemar berpantun ini menambahkan dalam waktu dekat, di bandara yang sekarang dapat menampung sebanyak 8,7 juta penumpang ini akan ada gerai ekspor yang berisi produk-produk pelaku usaha. (SI)

Komentar di sini

Most Popular

To Top