Daerah

Pasca Tenggelamnya KM Sinar Bangun, Obyek Wisata Pantai di Tigaras Sepi Pengunjung

Pantai Paris Tigaras bisanya ramai pengunjung apalagi saat akhir pekan. Foto (facebook pantai paris tigaras)

Sumutinvest.com, Tigaras. Kondisi objek wisata pantai di Tigaras, Kabupaten Simalungun sepi pengunjung pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Senin (18/6/2018). Padahal, di hari-hari sebelum kejadian musibah tenggelamnya kapal ini apalagi saat akhir pekan tiba, lokasi obyek wisata pantai di Tigaras biasanya dipadati pengunjung yang memilih menghabiskan waktu akhir pekan.

Hal itu dirasakan salah satu pemilik sekaligus pengelola obyek wisata Pantai Paris Tigaras Hongki Sitio. Ia mengaku pasca kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun sampai saat ini jumlah pengunjung menurun drastis.

“Pengunjung menurun drastis. Biasanya ramai apalagi saat akhir pekan pengunjungnya cenderung membludak,” ujar Hongki saat dihubungi sumutinvest.com.

Diterangkan Hongki keamanan adalah isu penting dalam pariwisata. Setelah kejadian ini  kepercayaan pengunjung ke Danau Toba harus dipulihkan.

Beberapa fasilitas pantai yang tersedia di Pantai Paris Tigaras seperti hiburan musik keyboard, aneka permainan air sengaja tidak dioperasikan Hongki mengingat seluruh pengusaha obyek wisata pantai yang ada di Tigaras dan Simanindo masih ikut berkabung.

Hongki juga mengaku belum bisa berbuat apa-apa agar pengunjung ramai karena dirinya bersama dengan beberapa pemilik obyek wisata pantai lainnya di Tigaras secara sukarela masih fokus membantu mencari para korban yang sampai sekarang belum ditemukan.

Hongki Sitio dan karyawannya secara sukarela terus membantu melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun. Foto (Hongki Sitio)

Dia berharap yang paling utama untuk mengembalikan kepercayaan pengunjung adalah segera menemukan badan kapal dan para korban agar tidak terjadi kekhawatiran pengunjung saat bermain di wahana pantai.

Terkait kejadian ini, Hongki berpesan kepada semua pemilik atau pengusaha kapal penumpang yang ada di Tigaras dan Simanindo supaya mengutamakan keselamatan penumpang dengan melengkapi fasilitas kapal seperti lifejacket atau pelampung serta memastikan kapal dalam kondisi tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

Kemudian kepada pemerintah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) harus benar-benar memperhatikan kapal yang mau berangkat, mencatat semua penumpang dalam manifest serta membuat tiket atau karcis untuk penumpang.

“Meminta pemerintah khususnya Dishub dan ASDP segera membenahi setiap kapal penumpang yang ada di kawasan Danau Toba. Termasuk meningkatkan layanan di pelabuhan seperti pengadaan tiket untuk penumpang,” ujar Hongki.

Hongki mengucapkan belasungkawa mendalam atas tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menelan korban 190 orang. Ia berharap badan kapal dan semua korban segera ditemukan dan kepada keluarga diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini.

Informasi terkini setelah sebelas hari melakukan pencarian, akhirnya Basarnas menemukan badan KM Sinar Bangun yang ditemukan pada kedalaman 450 meter. Pencarian badan KM Sinar Bangun merupakan upaya yang dilakukan oleh tim Basarnas dengan dibantu TNI-Polri.

Badan kapal ditemukan berkat hasil pencarian menggunakan multibeam sonar. Temuan diperkuat Basarnas dengan menunjukkan bukti foto badan KM Sinar Bangun yang masih berada di dalam air.

Selain badan kapal, Basarnas juga menemukan jasad korban, sejumlah motor, tali-tali hingga kursi-kursi kapal.

Namun, pihak Basarnas menegaskan proses pencarian pasca penemuan obyek dan jasad korban ini tak mudah. Sebab, kondisi arus air di dalam danau begitu deras. Kontur danau juga tidak merata seperti danau pada umumnya. Selain itu, jarak pandang di kedalaman seperti itu sangat terbatas.

Di sisi lain, mereka juga meyakini jasad-jasad korban tidak berada dalam satu titik, melainkan tersebar di sekitar koordinat lokasi penemuan. Berarti perlu butuh waktu untuk mencari jasad lainnya ke sisi lain.

Basarnas dan pihak terkait lainnya akan terus melakukan pencarian hingga tuntas. Sebab, hal itu merupakan komitmen serta kehadiran negara. (SI)

Komentar di sini

Most Popular

To Top