Wisata

Siap Hadapi Perubahan Besar, KPPS HKBP akan Gelar Focus Group Discussion

SUMUTINVEST.com-Jakarta. Gerak Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam memajukan masyarakat Tano Batak semakin cepat. KPPS HKBP yang dipimpin oleh DR. Sumihar Petrus Tambunan, MA pada Jumat, 16 Maret 2018 akan melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Destinasi Wisata Evangelisasi di Tano Batak.

Diskusi yang akan diselenggarakan di ruang serbaguna A HKBP Kebayoran Baru ini, Ephorus Pdt. DR. Darwin Lumbantobing akan menjadi keynote speaker, sementara beberapa narasumber akan ikut dalam diskusi yang dimoderatori oleh St. Ir. Leo Hutagalung, MSCE dan DR. Witarsa Tambunan seperti Prof. DR. Jan Aritonang, Ephorus (emeritus) Pdt. DR. JR Hutauruk, Ephorus (emeritus) Pdt. WTP Simarmata, MA, Pdt. Ramli Harahap, MTh, Yohanes Marbun, M.Hum, Mahane Tours.

Menurut Sumihar, diskusi ini selain dihadiri Ephorus dan narasumber, para ahli-ahli sejarah masyarakat Tano Batak juga ikut memberikan sumbangan pemikiran terhadap tema yang dibahas. “Acara diskusi ini juga akan dihadiri ahli-ahli sejarah sehingga kita dapat menentukan destinasi-destinasi wisata evangelisasi di Tano Batak,” ujar Sumihar kepada sumutinvest.com di sela-sela rapat persiapan FGD di Jakarta, Senin (12/03/2018).

Rapat rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) oleh KPPS HKBP di Mora Tabo, Jakarta, Senin (12/03/2018)

Lebih jauh dijelaskan Sumihar, ada beberapa sasaran diskusi sebelum dipresentasikan dalam sebuah seminar yaitu menentukan 10 destinasi wisata evangelisasi di Tano Batak, membuat peta, buku dan paket panduan wisata evangelisasi di Tano Batak serta strategi pengembangan wisata evangelisasi di Tano Batak.

KPPS Dibentuk Tahun 2013

Ditambahkan Sumihar, awal berdirinya KPPS dimulai sejak Jubileum 150 Tahun HKBP pada tahun 2011, dimana HKBP saat itu dipimpin Ephorus Pdt. DR. Bonar Napitupulu, harus kembali ke jati diri pelayanan Firman Tuhan berdasarkan kata dan perbuatan diakonal dan pendidikan.

Setelah itu, pada tahun 2013, di masa Ephorus HKBP dipimpin Pdt. Willem T. P Simarmata, MA, dibentuklah KPPS HKBP membidangi  lingkungan hidup, pariwisata dan pemberdayaan desa. KPPS HKBP diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan HKBP ke jemaat HKBP sendiri dan masyarakat.

Setelah KPPS terbentuk, perjuangan Sumihar dan pengurus yang didaulat menjadi pimpinan KPPS saat itu tak mau berhenti sampai di situ. Rata-rata pengurus KPPS berlatar belakang akademisi dan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini langsung menerbitkan buku berisi arah dan tujuan KPPS ke depan.

Bidang Lingkungan Hidup

Di bidang lingkungan hidup, KPPS ikut berperan membina masyarakat agar cinta lingkungan hidup. KPPS pun bergerak ke akar rumput melakukan sosialisasi ke gereja-gereja HKBP di Tano Batak bahkan di luar Tano Batak untuk memasyarakatkan budaya peduli lingkungan dan cinta lingkungan hidup dengan membenahi, memelihara dan melestarikan alam dan lingkungan yang sehat, bersih, indah dan lestari.

Program nyata KPPS di bidang ini antara lain melakukan penghijauan lingkungan gereja dan lahan HKBP melalui kegiatan penanaman sekaligus pendistribusian bibit pohon kepada beberapa ressort HKBP.

Diterangkannya, KPPS pernah bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan RI pada tahun 2014 saat itu dijabat oleh DR. Zulkifli Hasan, SE, MM. Kerjasama tersebut adalah penanaman 1 miliar pohon. Pihak Kemenhut menjadi penyedia bibit pohon dan KPPS bertugas mendistribusikannya ke lingkungan-lingkungan gereja HKBP dan masyarakat baik di Tano Batak maupun di luar Tano Batak.

Bagi Sumihar, gereja itu sebagai kawah candradimuka dalam memberikan contoh nyata kepada jemaatnya. “Tidak ada gunanya gereja mengajak jemaatnya untuk peduli lingkungan dan hidup sehat, nyatanya lingkungan gereja sendiri tidak terurus,” ujar mantan Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan pada Direktorat Jenderal Pajak ini.

Biarpun bibit-bibit pohon yang disediakan Kemenhut tersebut tidak seluruhnya terdistribusi  karena umumnya masyarakat di Tano Batak meminta bibit pohon berbuah untuk mereka tanam, KPPS tetap semangat melakukan program penghijauan. Akhirnya, KPPS membeli bibit pohon berbuah dan bibit pohon tersebut harus diinapkan di Taman Eden, Kabupaten Tobasa untuk penyesuaian iklim kurang lebih selama 1 minggu sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Ia mengaku semua biaya pembelian dan pendistribusian bibit-bibit pohon berbuah ini murni dari kocek para pengurus dan donatur karena gereja HKBP tidak mengeluarkan dana untuk itu. Program penghijauan ini, kata Sumihar, sudah dilakukan di 60 gereja HKBP yang tersebar di Kabupaten Samosir. Bahkan, di Jakarta di Gereja HKBP Sudirman dan juga Bogor, KPPS terjun langsung melakukan penghijauan di lingkungan gereja HKBP.

Bidang Pariwisata

Awalnya, masih dijelaskan Sumihar, misi di bidang pariwisata, KPPS fokus kepada destinasi wisata rohani yang dimiliki HKBP. KPPS pun langsung melakukan road show melihat langsung tempat-tempat pertama kedatangan para missionaris yang kelak dapat dijadikan sebagai tempat destinasi wisata rohani.

Namun, karena ada program pemerintah mengenai Geopark Kaldera Toba (GKT) yang merupakan warisan geologi dan keunggulan tujuan wisata yang juga memadukan potensi alam dengan kekayaan budaya, KPPS mencoba bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan program GKT dan program KPPS melalui jemaat HKBP. Menurut Sumihar, pada bulan Juni tahun ini, pihak Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (Unesco) akan datang ke Danau Toba melihat langsung perkembangan GKT yang telah ditentukan di 16 titik di Danau Toba.

“Ini adalah kesempatan kami untuk mendata gereja-gereja HKBP yang mau kami hijaukan pekarangannya. Karena itu kami terus bergerak dan melakukan edukasi ke gereja-gereja HKBP di 16 titik yang telah dicanangkan sebagai GKT dan tersebar di 7 kabupaten yang mengelilingi Danau Toba,” demikian penjelasan Sumihar.

Sumihar menambahkan selain program penghijauan ini, dalam waktu dekat KPPS juga akan mengadakan program mendidik masyarakat Batak untuk hidup abersih dan sehat apalagi tahun ini HKBP mengambil tema Tahun Kebersihan dan Kesehatan. “Kita akan buat pesona gereja, bagaimana supaya gereja itu bersih, bersahaja dan lingkungannya sehat. Ngak ada orang minta tolong ke gereja supaya dia sehat dan bersih. Kita harus mulai dari jemaatnya,” jelasnya.

Bidang Pemberdayaan Desa

Terkait pemberdayaan masyarakat desa, KPPS punya misi, program dan kegiatan yakni memberdayakan potensi SDM dan SDA Tano Batak dengan memasyarakatan etos kerja berkarakter unggul dan kreatif kompetitif, pengembangan dan promosi produk unggulan, promosi budaya dan kesenian Batak yang bernilai ekonomi dan sosial dan pemanfaatan SDA menjadi barang ekonomi bernilai tinggi.

Di akhir perbincangan, Sumihar menekankan dan berharap melalui program-program yang diusung, KPPS hadir sebagai aktualisasi peran HKBP mempersiapkan jemaatnya menghadapi perubahan besar yang akan terjadi terutama di bidang wisata rohani dan FGD ini merupakan rangkaian program KPPS untuk hadapi perubahan tersebut.

Selain acara FGD, pada kesempatan yang sama juga akan dilaksanakan pelantikan pengurus KPPS HKBP periode 2018-2021 oleh Ephorus Pdt. DR. Darwin Lumbantobing. (SI)

 

Komentar di sini

Most Popular

To Top