Index

BI : Kartu Debit Lambang Garuda Efektif Dipakai di Dalam Negeri

SUMUTINVETS.com-MEDAN. Tahun 2018 ini, kartu debit nasional berlambang burung Garuda terbit dan hanya bisa digunakan untuk transaksi di dalam negeri, tidak berlaku untuk transaksi di luar negeri.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara, Arief Budi Santoso didampingi Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Hilman Tisnawan, Pj Kepala Grup Sistem Pembayaran, Andiwiyana Septonarwanto serta Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Budi Raharjo, di Medan, Rabu (17/01/2018).

Arief mengungkapkan, kini, ada kartu kredit dan kartu debit khusus dipakai di dalam negeri. Selama ini kalau transaksi di dalam negeri dengan pembayaran debet melalui ATM Visa atau Mastercard, tapi proses penghitungannya terbaca di luar negeri, termasuk data-data nasabah yang tertera di kartu tersebut karena Visa dan Mastercard berkantor pusat di luar negeri.

Untuk itu, tahun 2018 ini, BI meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway (NPG) dengan kartu debet lambang burung Garuda dimana transaksi di dalam negeri bisa diselesaikan di domestik dan bisa lebih murah. Dengan GPN, satu kartu yang dimiliki bisa tarik di semua mesin ATM maupun EDC bisa baca.

“Jadi transaksi di dalam negeri bisa diproses di dalam negeri sendiri, tanpa luar negeri mengetahui data-data nasabah tersebut” jelas Arief.

GPN sebagai wujud interkoneksi (saling terhubung) antar switching dan interoperabilitas (saling dapat dioperasikan) sistem pembayaran nasional. GPN sendiri sudah diluncurkan pada 4 Desember 2017 di  Jakarta.

Terdapat tiga sasaran utama implementasi GPN yaitu pertama, menciptakan ekosistem sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemrosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan setelmen secara domestik.

Kedua,lanjutnya,meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi. Dan ketiga, meyakinkan ketersediaan dan integritas data transaksi sistem pembayaran nasional guna mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, efisiensi intermediasi dan resiliensi sistem keuangan. Selain itu, GPN juga dihadirkan sebagai backbone guna memberikan dukungan penuh bagi program-program pemerintah termasuk penyaluran bantuan sosial non tunai, elektronifikasi jalan tol dan transportasi publik, keuangan inklusif dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik sebagaimana yang telah dimandatkan dalam Perpres No. 74 Tahun 2017 tentang Roadmap E-commerce.

Untuk mencapai sasaran tersebut Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia N.19/8/PBI/2017 tanggal 21 Juni 2017 dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional.

Melalui kebijakan yang tertuang dalam ketentuan tersebut diharapkan mendorong terjadinya sharing infrastruktur sehingga utilisasi terminal ATM dan EDC dapat meningkat, sehingga biaya investasi infrastruktur dapat dialihkan kembali untuk kegiatan pembiayaan pinjaman yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Implementasi GPN juga diharapkan dapat mengurangi kompleksitas koneksi dari yang sebelumnya bersifat bilateral antar pihak menjadi tersentralisasi di GPN.

Selain itu, melalui GPN masyarakat dapat bertransaksi dari bank manapun dengan menggunakan instrumen dan kanal pembayaran apapun (any bank, any instrument, any channel).

Sebagai awal dari keberadaan GPN, masyarakat akan diperkenalkan dengan kartu ATM/debet dengan logo nasional yakni lambang Burung Garuda yang digunakan untuk transaksi dalam negeri dan dapat diterima di seluruh terminal pembayaran merchant/pedagang dalam negeri.

Penerapan logo nasional merupakan identitas kedaulatan nasional di bidang sistem pembayaran ritel. Dengan penggunaan logo tersebut, kartu ATM/debet dimaksud dapat diterima dan digunakan secara lebih luas oleh masyarakat tanpa mengesampingkan keberadaan instrumen pembayaran yang menggunakan logo internasional.

“Kita ingin sistem pembayaran yang efisien dengan GPN,” tandas Arief.

Dengan sistem GPN antara lain satu marchant, sedikit EDC. Selain itu EDC dapat memproses seluruh kartu. Sementara sebelum GPN, satu marchant banyak EDC dan tidak semua kartu dapat diproses di seluruh EDC misalnya saja, kartu e-Toll hanya bisa digunakan untuk jalan tol. [SI/ishak]

Komentar di sini

Most Popular

To Top